, ,

CEO Microsoft Minta Maaf Setelah Dikritik Keras di Media Sosial

NEW YORK, HARIANACEH.co.id — CEO Microsoft Satya Nadella meminta maaf atas pernyataannya bahwa perempuan tak perlu meminta kenaikan gaji dan seharusnya menerima apa yang sudah diberikan kepada mereka. Atas sikapnya ini, dia mendapat kritik pedas lewat media sosial, seperti Twitter, dan blog.

[-“XSqC1SelKQN71XXL0cEtx5SamGFXhapv”]Kamis, 9 Oktober 2014, Satya Nadella diundang untuk memberikan saran kepada para pekerja perempuan yang bergerak di bidang teknologi informasi. Dalam acara The Grace Hopper Celebration of Women in Computing ini, dia diwawancarai oleh pimpinan Maria Klawe dari Harvey Mudd College ihwal banyaknya perusahaan teknologi, terutama komputer, yang tak memperhatikan kesejahteraan pekerja perempuan.

“Masalahnya bukan pada kurangnya gaji mereka, tapi apakah mereka sudah belajar untuk percaya pada sistem yang menggaji mereka? Tak usah minta lebih dulu,” kata Satya.

Satya juga mengatakan gaji yang diterima berbanding lurus dengan etos kerja para pekerja perempuan.

“Kalau memang gajinya kecil, ya, mungkin karena mereka tak bisa dipercaya dan belum bertanggung jawab,” kata Satya.

Pernyataan inilah yang mengundang respons tajam dari tamu yang hadir dalam acara tersebut. Bahkan, Maria Klawe yang mewawancarainya pun tak setuju atas pernyataan tersebut.

“Jika pekerja perempuan digaji tak sebanding dengan pekerja laki-laki (dengan pekerjaan yang sama), mereka berhak minta lebih,” kata Maria.

Sadar bahwa pernyataannya mengundang kontroversi banyak pihak, melalui situs webMicrosoft, Satya menulis memo permintaan maafnya.

“Pernyataan saya sepenuhnya salah. Menurut saya, laki-laki dan perempuan harus mendapat gaji yang seimbang dengan pekerjaan mereka. Jika para pekerja perempuan merasa mereka tak digaji cukup, mereka berhak menanyakan hal itu kepada atasan,” katanya.

Hal ini juga turut membuat berbagai pihak menyoroti kebanyakan perusahaan teknologi. Tapi, perusahaan-perusahaan tersebut berjanji akan memberikan pelatihan yang sama bagi pekerja perempuan, seperti pekerja laki-laki yang sebelumnya sudah mendapat pelatihan.

Adapun, dibandingkan dengan perusahaan teknologi lain, Microsoft termasuk perusahaan yang tak banyak mempekerjakan perempuan. Jumlah pekerja perempuan di sana hanya sekitar 29 persen dari jumlah pekerja total.

 

loading...

Pemerintah Aceh Kirim Puluhan Kepsek SD/MI ke UPSI Malaysia

Jabatan Menteri Tak Pernah Ditawarkan Jokowi ke PPP