,

Disdik Aceh Jaring Informasi Realisasi Proyek Otsus/Migas

BANDA ACEH, HARIANACEH.co.id — Guna mengetahui capaian realisasi kegiatan bersumber dana Otsus/Migas pada triwulan ke IV ini, Dinas Pendidikan Aceh menjaring informasi dari Kabupaten dan Kota se Aceh.

[-“mrXX35J6tZyyuBxZfA2l8V5QYY0g9nd6″]“Kita ingin mengetahui bagaimana capaian dari kegiatan-kegiatan di Kabupaten/Kota, terutama yang terkait dengan pelaksanaan otsus dan migas, baik fisik maupun non fisik,” ujar Kabid Program dan Pelaporan Dinas Pendidikan Aceh, Muslim Yakob, Senin, 1/12, di Banda Aceh.

Dikatakan Muslim, penjaringan informasi dari Kasi Evaluasi dan Pelaporan Kabupaten dan Kota dikemas dalam rapat koordinasi monitoring dan pelaporan yang berlangsung sejak 30 November hingga 3 Desember 2014, di The Pade Hotel, Aceh Besar.

“Sehingga, kita mendapatkan informasi yang konfeherensif secara utuh untuk bersama-sama dibahas dalam pertemuan ini. Selanjutnya kita akan memberikan rekomendasi upaya pada tahun berikutnya,” kata Muslim.

Ia menyebutkan, setelah dipantau kegiatan-kegiatan di lapangan baik fisik maupun proses keuangannya yang tidak memungkinkan selesai, akan menjadi prioritas yang harus dituntaskan pada tahun 2015 mendatang.

“Mungkin ada satu atau dua kegiatan di lapangan yang tidak memungkinkan selesai, ini akan menjadi prioritas bagi Kabupaten dan Kota untuk diselesaikan pada tahun mendatang,” sebutnya.

Pihaknya mengklaim berdasarkan data di P2K dari hasil evaluasi yang dilakukan bahwa realisasi fisik mencapai kemajuan, hanya saja realisasi keuangan terus terang masih banyak yang belum diamprah.

“Karena, capaian tahun ini merupakan langkah menuju kegiatan tahun 2015 nanti. Dan, setiap kelemahan yang terjadi pada tahun 2014 ini kiranya dapat diselesaikan pada tahun depan,” paparnya.

Masih kata Muslim, evaluasi itu dilakukan bukan untuk mencari-cari kesalahan kabupaten dan kota. Namun, lebih pada upaya memperbaiki atas kelemahan-kelemahan yang terjadi selama ini.

“Karenanya, untuk terlaksananya suatu kegiatan ke arah yang lebih baik, harus kita tingkatkan lagi koordinasi antara Provinsi dengan Kabupaten/Kota,” imbuhnya.

Ia menambahkan, data dan evaluasi sebagai sumber utama bagi Kasi penyusunan program yang harus dipegang, sehingga di dalam merencanakan kegiatan berikutnya tidak meraba-raba. “Ini untuk mewujudkan perencanaan lebih berkualitas,” tambahnya.

Kasi Monitoring dan Evaluasi pada Bidang Program Dinas Pendidikan Aceh, Darwis, menjelaskan kegiatan yang diikuti sebanyak 52 orang itu bertujuan untuk menyamakan pemahaman bagi pengembangan sistem monitoring, evaluasi dan pelaporan.

“Menjaring masukan bagi sistem monitoring, evaluasi dan pelaporan, menyusun data perkembangan kegiatan APBA dari 23 Kabupaten dan Kota, mengendalikan kegiatan secara bersama-sama antara provinsi dan Kabupaten/Kota serta menyusun jadwal dan instrument monitoring, evaluasi dan pelaporan,” jelasnya. (*)

 

loading...

10 Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia Ini Dia

Matikan Mesin Motor via SMS Bisa Gak Ya!