,

Hukum dan Pengertian Shalat Dhuha

HARIANACEH.co.id — Pengertian dari shalat dhuha adalah shalat sunnat yang dilaksanakan atau dilakukan pada pagi hari atau waktu dhuha. Waktu dhuha yakni ketika matahari sedang naik setinggi tombak atau naik sepenggalah, yang kira-kira antara pukul tujuh, delapan, sembilan, hingga masuk pada waktu dzuhur.

Di dalam surat Adh-Dhuha sendiri Allah sendiri telah menerangkan dalam permulaan ayat dengan ungkapan, “Demi waktu matahari sepenggalahan naik,” maka saat itu telah dipilih untuk melakukan suatu kebajikan bagi umat manusia yang tentunya beriman kepada-Nya dengan menjalankan shalat dhuha.

Lalu, dalam ayat kedelapan masih pada surat yang sama, Allah juga menegaskan, “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.” ayat tersebut menegaskan bahwa Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada makhluk-Nya. Dia mencukupi mereka dengan segala macam bentuk nikmat yang tidak bisa di hitung berapa banyak jumlahnya.

Hukum Shalat Dhuha

Shalat dhuha termasuk salah satu shalat yang muakkadah (sangat dianjurkan untuk melakukannya) disamping shalat-shalat lain seperti tahajjud, tarawih, witir, dan lain-lain.

Oleh karena itu, barang siapa yang menginginkan pahalanya maka hendaklah mengamalkannya, dan jika tidak maka tiada halangan pula untuk meninggalkannya. Dalam hadits dari Abu Said ra. berkata:

“Rasulullah SAW senantiasa shalat dhuha sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya, tetapi kalau beliau meninggalkan sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah mengerjakannya.” [HR. Tirmidzi]

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah berkata:

“Rasulullah SAW yang tercinta memesan kepadaku tiga hal, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha, dan berwitir dulu sebelum tidur.”

 

loading...

Liverpool vs Leicester City, Ini Dia Susunan Pemainnya

Kabasarnas: Evakuasi AirAsia akan Terganggu sampai 4 Januari