JAKARTA – Aplikasi yang menyediakan layanan perbankan viasmartphone kembali menjadi sorotan, khususnya di sektor keamanan. Bahkan perusahaan keamanan Kaspersky menyebut, aplikasi perbankan di Android paling rentan terhadap ancaman.

Salah satu pendiri Kaspersky Lab menuturkan, sebesar 99 persen serangan mobile menyasar smartphone Android. Dilansir Reuters, Rabu (29/1/2014), ancaman ini terjadi karena Apple memegang kontrol penuhplatform mobile-nya dan tidak mengizinkan aplikasi dari pihak ketiga masuk.

Menurutnya, serbuan ancaman keamanan ke perangkat mobile tumbuh seiring dengan migrasi dari penggunaan komputer ke smartphone atau tablet. Gawatnya kata Eugene Kaspersky, perangkat berbasis Android tidak memiliki fitur keamanan yang bisa diandalkan untuk menangani guyuran serangan jahat ini.

Baca Juga:  Benarkan Nama Resmi Nokia Android, Nokia X?

“Saya berharap datangnya hal buruk mampu mengubah pikiran dan kesadaraan orang,” katanya. Hal ini pernah terjadi ketika virus Chernobyl muncul pada 1998 dan membuat orang-orang sadar dan berusaha mengamankan komputer mereka.

“Kejahatan siber menerjang perangkat mobile tapi orang tak sadar. Ini belum sebesar kejahatan siber di komputer tapi terus tumbuh dengan tepat. Tren ini merupakan situasi yang sangat berbahaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa serangan siber sulit dilacak berdasarkan geografis, namun biasanya serangan menggunakan bahasa China, Spanyol, Portugis, dan Rusia.[OKZ/HA/IPL]

Sumber: Okezone

loading...