SURABAYA, HARIANACEH.co.id – Pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar yang menyebut kemenangan Pilgub Jatim sebenarnya milik pasangan Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja, dipastikan tidak akan mengubah keputusan MK yang memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Menurut pakar hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus Surabaya, Dr Soetanto Soephiady, pernyataan tersebut bukanlahnovum atau bukti baru yang dapat mengubah keputusan MK. “Karena keputusan MK sifatnya tetap dan mengikat,” katanya dikonfirmasi Jumat (31/1/2014).

Pernyataan terdakwa kasus suap di sejumlah Pilkada daerah tersebut dinilai Soetanto hanya pernyataan kontroversi menjelang pelantikan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim terpilih, Soekarwo-Saifullah Yusuf pada 12 Februari nanti.

Baca Juga:  Risma Sebut Jalur Independen Sarat Nafsu Jabatan Masih Tak Dipercayai Ahok

“Saya justru mencurigai ada konspirasi antara Akil dengan pihak pasangan yang kalah dalam sengketa Pilgub Jatim di MK,” tambahnya.

Dia juga menolak berkomentar banyak menanggapi kabar tersebut, karena menurut dia pernyataan Akil lebih bersifat politis daripada masuk ke ranah hukum.

Kemarin, Akil melontarkan pernyataan bahwa dua dari tiga hakim panel memutuskan memenangkan pasangan Khofifah-Herman dalam sengketa Pilgub Jatim di MK. Akil menjelaskan, setelah sidang panel, keputusan akhir sengketa Pilgub itu selanjutnya ditetapkan dalam sidang pleno.

Namun, Akil tidak ikut andil dalam sidang pleno karena ditangkap KPK. Akil mengaku tak tahu hingga akhirnya sengketa hasil Pilgub Jatim dimenangkan oleh pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.[KCM/HA/IPL]

Baca Juga:  Indonesia Police Watch: Kredibilitas Penyidik Polri dan KPK Dipertanyakan

Sumber: Kompas.com

loading...