ReutersKantor Google di Singapura.
Reuters
Kantor Google di Singapura.

SINGAPURA, HARIANACEH.co.id — Singapura berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan negeri tersebut ‘Silicon Valley’ Asia Tenggara.

Pembelian aplikasi layanan bertukar pesan WhatsApp oleh Facebook senilai $19 miliar pekan lalu, membuat pemerintah Singapura dan para pebisnis sektor teknologi informasi yakin bahwa suatu saat nanti raksasa bidang teknologi akan membeli perusahaan rintisan asal negeri tersebut.

Negara berpenduduk 5,4 juta jiwa itu tak mirip Silicon Valley. Singapura hingga kini belum menciptakan produk seperti Google atau Facebook atau bahkan layanan berbagi pesan Cina, Wechat, yang memiliki 272 juta pengguna aktif bulanan.

Namun, para investor mengatakan ekosistem teknologi Singapura menjadi semakin bergairah. Masalahnya, generasi muda Singapura tak memiliki cukup jiwa wirausaha. Menurut sejumlah analis, perusahaan perintis pun dapat bertahan dengan sokongan dana pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Singapura telah mencoba membiayai inovasi teknologi lokal dengan menyuntikkan dana sebesar S$100 juta bagi perusahaan perintis belia. Dana itu diambil dari anggaran penelitian ilmiah dan pengembangan sebesar S$16 miliar. Pemodal ventura terkenal asal Amerika seperti Andreessen Horowitz pernah mendanai perusahaan perintis lokal seperti Viki yang lantas dibeli peritel online asal Jepang Rakuten sebesar $200 juta pada September lalu.

Baca Juga:  Anatomi Tubuh Mampu Ditampilkan Aplikasi Satu Ini

Something VenturedFirma teknologi Singapura lain yang menarik minat investor adalah RedMart, layanan antar bahan pangan yang berdiri pada 2011. Layanan itu berhasil mengumpulkan dana sebesar lebih dari $10 juta dari investor seperti Eduardo Saverin, salah satu pendiri Facebook yang juga warga Singapura.

Modal ventura yang ditanamkan ke perusahaan teknologi Singapura tahun lalu mencapai $1,7 miliar. Meski masih di bawah Cina ($3,46 miliar), jumlah itu melampaui capaian Jepang, Korea Selatan, dan Hong Kong, demikian informasi Asian Venture Capital Journal. PricewaterhouseCoopers LLP dan National Ventura Capital Association menempatkan dana ventura bagi perusahaan perangkat lunak di Amerika Serikat sebanyak $11 miliar tahun lalu. Namun demikian, dana yang digelontorkan bagi perusahaan teknologi Singapura, termasuk dari kantong pemerintah, tahun lalu meroket menjadi 19% dari pendanaan di Asia—naik dari $27,3 miliar, atau 0,3% pada 2011.

Baca Juga:  Smartphone Murah Makin Naik Daun Aja

Brad Templeton, perintis Internet yang berasal dari Silicon Valley yang membicarakan masalah mobil tanpa awak Google, mengatakan iklim teknologi Singapura kini tampak lebih aktif dari sebelumnya. Menurutnya, “jika pemerintah banyak ikut campur, komunitas perusahaan rintisan akan lebih mendapat mudarat ketimbang manfaat.”

Steve Leonard, wakil presiden eksekutif Infocomm Development Authority, perusahaan yang bertugas membangun industri teknologi Singapura, menyatakan bahwa negeri itu memiliki infrastruktur dan penegakan hukum yang bagus serta akses yang mudah ke pasar utama.

“Kami masih menunggu [semacam kesepakatan yang diterima] Instagram atau WhatsApp,” ujar Scott Anthony, mitra pelaksana firma konsultasi Innosight. “Butuh waktu beberapa tahun lagi. Tapi, [hal itu] akan menjadi kenyataan.”[WSJ/HA/IPL]

Sumber: WSJ

loading...