[dropcap size=big]P[/dropcap]erusahaan kedirgantaraan terbesar dunia melompat ke bisnis smartphone keamanan tinggi.

Boeing Co merancang ponsel pintar Boeing Black, diperuntukkan bagi klien dalam sektor keamanan dan pertahanan. Smartphone ini mengoperasikan sistem hasil modifikasi dari Android keluaran Google, serta tidak dijual untuk masyarakat luas. Perincian mengenai proyek ini tercantum dalam dokumen yang diajukan hari Senin lalu ke Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat (FCC).

BoeingBoeing Black Published Credit: Boeing
Boeing
Boeing Black Published Credit: Boeing

Boeing cenderung diam-diam mengenai rencana besarnya. Tanpa pengenalan resmi akan produk, Boeing menerbitkan gambaran Boeing Black di situs mereka. Berdasarkan situs, diketahui konstruksi modular telepon 5,2 inci itu memungkinkan pengguna memasang perangkat khusus tambahan. Perangkat ini akan menambah fitur tertentu, seperti pelacakan lokasi yang lebih canggih, pengisian ulang baterai dengan tenaga matahari, penerima sinyal satelit, serta sensor biometrik.

Baca Juga:  Kira-Kira Bentuk iPhone 6 Seperti Apa ya?

Dalam dokumen kepada FCC, Boeing menjabarkan rencana untuk tetap merahasiakan teknologi di balik Boeing Black. Menurut Boeing, smartphonemereka akan dijual “lewat cara-cara sedemikian rupa, sehingga informasi operasional dan teknis tingkat rendah soal produk tak bakal tersebar ke masyarakat umum.”

Tertulis pula dalam dokumen, ponsel itu sekitar 50% lebih berat dan dua kali lebih tebal dibanding iPhone 5 kepunyaan Apple Inc. Boeing Black dirancang bisa merusak diri sendiri, jika sebelumnya diutak-atik: “Upaya membuka paksa casing akan memicu fungsi-fungsi yang menghapus data serta perangkat lunak dalam ponsel, sehingga ponsel tidak dapat dioperasikan.”

Klaim keamanan tingkat tinggi dalam benda elektronik memang sulit diwujudkan, terutama dalam era pengintaian oleh pemerintah seperti sekarang. Boeing belum mengungkap perincian teknis dalam desainnya, sehingga peneliti keamanan tak bisa menguji klaim.

Baca Juga:  Inilah Penyebab Kenapa Seseorang Kecanduan Media Sosial

Namun, perusahaan Barat sudah lama membuat perangkat komunikasi dengan keamanan canggih untuk klien pemerintah. Presiden Amerika Serikat Barack Obama, misalnya, memiliki software enkripsi pada BlackBerry miliknya.

Unit Keamanan, Pertahanan, dan Luar Angkasa Boeing menyumbang sekitar 38% dari keseluruhan pendapatan $86,6 miliar pada 2013. Boeing tidak mendiskusikan harga smartphone mereka, hanya menyatakan bakal menjual Boeing Black “segera.” Seorang narasumber menyatakan perangkat diperkirakan siap musim gugur ini.

Langkah terbaru Boeing merupakan bagian dari tren software dan ponsel yang lebih aman. Pemain mapan dalam industri smartphone, seperti BlackBerry Ltd dan Samsung Electronics Co, juga berupaya memperkuat keamanan produk, guna memenangi klien dari sektor pemerintah. BlackBerry mempersiapkan pusat teknologi tahun ini di Washington dengan harapan dapat bekerja lebih dekat bersama Pentagon. [WSJ]

Sumber: WSJ

loading...