HARIANACEH.co.id — Ponsel mutakhir nan canggih keluaran Samsung Electronics Co dan Apple Inc menjadi sorotan utama di pasar smartphone. Namun, perusahaan yang ingin mengamankan pangsa di pasar berkembang harus mengatur strategi dari sisi lain: siapa yang bisa membuat ponsel paling murah.

Dalam Mobile World Congress di Barcelona pekan ini, beberapa perusahaan memamerkan ponsel di bawah $200 atau di kelas Rp2 jutaan.

Nokia Corp, yang bertahun-tahun mendominasi pasar ponsel sederhana, pekan ini memperkenalkan jajaran produk dengan sistem operasi Android keluaran Google Inc. Harganya dipatok mulai dari $120 (sekitar Rp1,3 juta).

Sementara itu, BlackBerry Ltd—yang mulai kehilangan posisi dalam pasar ponselhigh-end—pada Selasa memperkenalkan seri Z3. Produk terbaru Black Berry dijual kurang dari $200. Z3 akan diluncurkan pertama kali di Indonesia pada April, sebelum meluas ke negara-negara lain di Asia Tenggara.

Baca Juga:  Lewat Satelit, Suku-suku Asli Amazon Diteliti
MozillaZTE Open C memakai sistem operasi Mozilla Firefox.
Mozilla
ZTE Open C memakai sistem operasi Mozilla Firefox.

Di luar itu, perusahaan lain bahkan menawarkan ponsel pintar di bawah $100. ZTE Corp milik Cina memperkenalkan produk baru yang mengoperasikan sistem operasi Firefox milik Mozilla. Ponsel ini akan dibanderol $80. Mozilla sendiri mengaku akan memperkenalkan sebuah ponsel dari hasil kerja sama dengan pembuat chip Cina tahun ini. Harganya hanya $25.

Penjualan global untuk ponsel dengan fungsi lebih terbatas dibandingsmartphone telah mencapai sekitar 800 juta unit pada 2013, menurut Rajeev Chand, direktur pelaksana bank investasi Rutberg & Co. “Segmen kelas bawah ini justru menjadi sumber pertumbuhan,” papar Chand.

Nokia setuju dengan pendapat itu. “Pertumbuhan tercepat berada dalam lingkaransmartphone yang harganya terjangkau,” kata Timo Toikkanen, kepala divisi ponsel Nokia. “Negara Barat tak sepenuhnya paham bahwa selisih beberapa dolar bisa membuat perbedaan besar di pasar berkembang.”

Baca Juga:  Serangan Siber Sangat Membahayakan Sistem Mobile Payment

Nokia pun memiliki ponsel dengan kemampuan terbatas, tetapi sanggup terkoneksi dengan internet. Harganya hanya $40.

Ponsel $25 dari Mozilla—hasil kerja sama dengan produsen chip Spreadtrum Communications Inc.— diperkirakan meluncur tahun ini. Ponsel ini hanya dilengkapi memori (RAM) sebesar 128 megabyte. Jauh sekali dibanding RAM 2 gigabyte pada Galaxy S5, smartphone terbaru Samsung. Selain itu, layar ponsel Mozilla hanya 3,5 inci.

Mario Zanotti, kepala operasi Millicom International Cellular SA, memperhatikan banyak smartphone Android “layak pakai” yang dibuat perusahaan Cina. Produk mereka rata-rata dibanderol $45. Dan, katanya, harga terus turun.

Namun, ponsel murah hanya separuh dari solusi, kata Zanotti, yang perusahaan telekomunikasinya beroperasi di Afrika dan Amerika Latin. “Kuncinya adalah memastikan harga layanan data tetap terjangkau. Sebuah smartphone tanpa data bagaikan mobil tanpa mesin.”[WSJ]

Sumber: WSJ

loading...