JAKARTA, HARIANACEH.co.id — Pemerintah Malaysia minta bantuan Indonesia untuk mendukung pencarian dan pertolongan terhadap hilangnya pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 saat menempuh perjalananan Kuala Lumpur-Beijing, Sabtu (8/7) pagi.

“Panglima Tentara Malaysia telah berkomunikasi dan meminta bantuan kepada pemerintah RI melalui Panglima TNI, KSAL daan KSAU untuk dukungan pencarian dan pertolongan,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto, seperti dikutip laman Sekretariat Kabinet. Menurut Menko Polhukam, TNI telah merespons permintaan itu dengan segera deploy untuk perbantuan SAR.

Sedangkan Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati mengatakan, terkait permintaan tersebut, TNI AL telah mengirim pasukan khusus untuk SAR: KRI Sutanto-377, KRI Krait-827, KRI Matacora-823, KRI Tarihu-829, KRI Siribua–859, dan 1 pesawat intai maritim. Menurut Untung, kelima KRI dan satu pesawat intai itu sudah berangkat sejak Minggu (9/3) pagi, dan diperkirakan telah tiba di lokasi titik terakhir pesawat Malaysia Airlines melakukan kontak terakhir.

Baca Juga:  Status Siaga 1 Diterapkan Korps Brimob untuk Anggota

Ia menyebutkan, Indonesia bergabung dengan lima negara lainnya, yakni Cina, Vietnam, Singapura, Filiphina, dan Amerika Serikat untuk mencari pesawat yang memuat 227 penumpang dan 17 kru itu. Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa telah menyampaikan keprihatinannya atas musibah hilangnya pesawat tersebut.

“Kami merasakan keprihatinan dan mendoakan keselamatan bagi seluruh penumpang pesawat terbang itu,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa. Marty juga memberikan instruksi kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur dan Beijing untuk mengambil langkah-langkah antisipatif yang diperlukan. [MSR]

loading...