HARIANACEH.co.id — Edward Snowden, orang yang paling diburu oleh Pemerintah AS karena membocorkan kegiatan intelijen National Security Agency (NSA) menjadi pembicara sebuah acara yang digelar di Amerika Serikat.

Bagamaina bisa ia hadir di tanah kelahirannya tersebut padahal telah berbulan-bulan ia diburu oleh pemerintahan Barack Obama?

Snowden ternyata hadir hanya secara virtual alias berbicara lewat video telekonferensi kepada hadirin acara South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, pada Selasa (11/3/2014).

Snowden sendiri berada di Rusia, tempat ia mendapatkan suaka sementara selama setahun sejak Agustus 2013.

Telekonferensi ini merupakan penampilan pertama Snowden di depan publik sejak ia membocorkan kegiatan mata-mata NSA pada Juni 2013.

Baca Juga:  Di Duga Mudah Meledak, Samsung Galaxy Note 7 Tunda pengiriman

Dalam kesempatan tersebut, ia menyarankan perusahaan teknologi untuk memakai teknologi enkripsi yang terbaik. Tujuannya, melindungi data dan privasi pengguna dari kegiatan mata-mata badan intelijen.

Peningkatan sistem keamanan bisa dilakukan dengan penambahan enkripsi atau lapisan keamanan agar penyusup lebih sulit masuk ke basis data perusahaan. Ia pun menyarankan agar perusahaan teknologi memakai “end-to-end encryption”.

Sistem enkripsi ini mengacak aktivitas komunikasi, seperti e-mail dan telepon, dalam setiap tahap pengiriman hingga penerimaan.

Menurut Snowden, badan-badan intelijen mengincar perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, dan Apple, untuk mengetahui data pengguna. Bahkan, perusahaan telekomunikasi juga dimata-matai oleh NSA.

Chris Soghoian dari American Civil Liberties Union (ACLU), mengatakan, perusahaan teknologi memainkan peran besar untuk melindungi data pengguna. Ironisnya, banyak perusahaan teknologi yang justru memanfaatkan data pribadi pengguna untuk berjualan iklan.

Baca Juga:  Pasar Cina Didatangi Nokia Lumia 830 Edisi "Gold"

Dalam kesempatan berbeda, Chairman Google Eric Schmidt, mengatakan bahwa Google telah meningkatkan enkripsi untuk melindungi data pengguna sejak mengetahui bahwa NSA juga menyadap perusahaan teknologi.

Perusahaan “cukup yakin” Pemerintah AS tidak dapat mengakses data. Namun, Schmidt mengatakan Google harus tetap mematuhi perintah pengadilan atas permintaan informasi.

Sumber: Bloomberg

loading...