HARIANACEH.co.id — Departemen Kepolisian Menlo Park mendatangi dan menjaga kantor pusat Facebook pada Selasa (11/3/2014) malam setelah perusahaan jejaring sosial tersebut mendapatkan ancaman dari pihak luar. Ancaman apakah yang diterima Facebook?

Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, Kepolisian Menlo Park mendapat panggilan dari Kepolisian San Francisco tentang ancaman yang diterima Facebook.

Beberapa saat kemudian, polisi mengamankan area di sekitar kantor Facebook. Mereka mengamankan akses menuju kantor dan membentangkan garis polisi di sekitar kantor.

Usut punya usut, Kepolisian Menlo Park tidak menemukan adanya ancaman serius. Komandan Kepolisian Menlo Park, Dave Bertini, mengatakan, laporan ancaman yang diterima Facebook tidak berdasar dan tidak kredibel.

“Itu benar-benar tidak dapat dipercaya, ancamannya tidak berdasar. Saya bahkan tidak yakin bahwa itu adalah ancaman yang ditujukan untuk kampus Facebook di Menlo Park,” kata Bertini seperti dikutip dari Reuters.

Namun, kepolisian tidak mengungkap secara detail ancaman macam apa yang diterima Facebook. Perusahaan jejaring sosial itu menolak untuk mengomentari kasus tersebut.

Baca Juga:  Smartfren Akhirnya Bocorankan Bentuk Andromax Berikutnya

Sekitar pukul 21.30, karyawan Facebook terlihat naik ke bus yang telah disediakan khusus, lalu meninggalkan kantor.

Ketegangan warga dengan perusahaan

Ancaman itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara perusahaan teknologi itu dengan warga Bay Area dalam beberapa bulan terakhir. Warga yang kurang mampu marah lantaran banyak orang kaya yang membeli properti di wilayah itu. Gentrifikasi itu membuat warga berpendapatan rendah kesulitan membayar harga sewa dan pajak properti yang naik.

Pekan lalu, Kepolisian Menlo Park memperkenalkan perwira polisi pertama yang bukan dibayar oleh negara, melainkan dibayar oleh perusahaan swasta, termasuk Facebook. Dia adalah Mary Ferguson-Dixon, yang oleh media Amerika Serikat disebut “Polisi Facebook.”

Baca Juga:  Mencicipi Android Nokia X di Kota Kembang

Polisi wanita dan timnya itu dibiayai sebesar 200.000 dollar AS (sekitar Rp 2,29 miliar) untuk tiga tahun. Secara umum, Ferguson-Dixon bertanggung jawab atas isu lingkungan di Menlo Park, keselamatan bisnis, peningkatan keamanan, hingga mengawasi anak dan pemuda yang bolos sekolah.

Menurut Bertini, banyak pemuda Menlo Park yang sering bolos sekolah. Polisi setempat sejak empat tahun lalu mempunyai program mengawasi pemuda untuk menekan angka bolos sekolah.

Ferguson-Dixon akan mulai bekerja pada 1 April 2014 yang bertugas di pos dekat beberapa sekolah dan perkantoran.

Sumber: Reuters

loading...