HARIANACEH.co.id — Apa yang Anda bayangkan jika mendengar kata Korea Utara? Tentu sangat kontras dengan negara sepupunya, Korea Selatan. Jika Korea Selatan terkenal dengan K-Pop dan gaya mode imut, sebaliknya Korea Utara identik dengan napas komunis yang gelap dan murung.

[-“M8g1d4zVku0FjP5MBrxoCnc7FrQsyUD9”]Namun, Aram Pan, seorang pria asal Singapura, dibuat terkejut saat dia berkunjung ke negara yang dipimpin diktator muda Kim Jong-Un tersebut.

Dilansir Daily Mail, dia penasaran dengan Korea Utara setelah melihat tayangan film dokumenter dari kantor berita BBC. Di tayangan tersebut dia melihat kondisi menyedihkan Korea Utara dengan wajah penduduk yang terlihat suram.

Melihat itu, Pan ingin membuktikan kebenaran mengenai Korea Utara. Maka, dia pun mengatur rencana perjalanan ke salah satu negara paling tertutup di dunia tersebut.

Baca Juga:  Ini Tanda-Tanda Seseorang Kurang Berliburan

Namun, betapa terkejutnya Pan ketika menginjakkan kaki di Pyongyang. Alih-alih negeri yang muram, pria yang berprofesi sebagai fotografer tersebut justru melihat keceriaan dan warna-warni.

Munsu Water Park Raksasa di Pyongyang
Munsu Water Park Raksasa di Pyongyang

Salah satunya, saat dia mengunjungi Munsu Water Park yang penuh dengan anak-anak yang bermain dengan suka cita.

“Selama bertahun-tahun saya penasaran dengan Korea Utara. Kebanyakan orang mungkin sudah melihat suasana negara ini dari luar. Ini adalah misteri yang ingin saya cari tahu dan buktikan sendiri,” kata Pan.

Tapi, Pan mengakui, memasuki Korea Utara memang butuh usaha lebih. Terbukti dari perizinan kunjungan dan pengurusan visa yang memakan waktu satu tahun. Pan meminta izin pada 2012 dan baru bisa memasuki Korea Utara di tahun 2013.

Dia menulis kepada pemerintah setempat untuk meminta izin melakukan proyek fotografi. “Saya tidak ingin melakukan kecurangan. Tidak ingin mendapat masalah,” tambahnya.

Baca Juga:  Anak Terkena Anemia? Ini Cara Mengobatinya

Ia menjelaskan bahwa ia mengirimkan surat elektronik dan faks ke beberapa nomor di Korea Utara yang semuanya sudah tersedia secara online. Kemudian ada yang benar-benar menjawab surat elektroniknya.

“Itu sangat jauh dari apa yang saya harapkan,” ungkap Pan.

Kendati demikian, Pan langsung jatuh cinta dengan Korea Utara. Dia bahkan berencana untuk kembali berkunjung dan melakukan proyek fotografi berikutnya tahun ini.

“Hal-hal yang saya lihat dan saya abadikan dalam kamera memberitahukan bahwa situasi di Korea Utara tidak seburuk yang diberitakan,” katanya.

Ia telah melakukan perjalanan dari Pyongyang ke Hyangsan, Wonsan ke Kumgangsan, Menara Juche Idea, serta Kumgang Reunion Centre, tempat keluarga Korea Utara dan Korea Selatan Korea. (viva)

 

loading...