HARIANACEH.co.id — Raja Spanyol Juan Carlos akhirnya menyatakan akan pengundurkan diri. Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengumumkan hari Senin (02/06/14): “Yang Mulia Raja Juan Carlos baru saja menyampaikan keinginannya untuk turun tahta dan memulai prosedur suksesi.”

Rajoy selanjutnya mengatakan, Spanyol kini akan membuka “bab baru dalam sejarahnya”. Selama 39 tahun, Raja Juan Carlos telah menjadi simbol “bagi kehidupan bersama dalam perdamaian dan ketenangan”.

Juan Carlos, yang kini berusia 76 tahun, naik tahta bulan November 1975. Kini, ia mengikuti jejak Ratu Beatrix dari Belanda yang mengundurkan diri tahun 2013.

“Beliau adalah pemberi impuls pertama bagi demokrasi, ketika ia menaiki tahta yang kini akan ditinggalkannya”, kata Rajoy.

Baca Juga:  Enam Penembak Jitu Paling Mematikan yang Pernah Ada

Pembela Demokrasi

[-“yoltZ9T3NdrKLrZmrFoK8oaVx6Rv7SdC”]Juan Carlos menjadi sosok yang sangat populer dan dicintai rakyatnya, ketika Spanyol mulai meninggalkan masa diktatur Jendral Franco dan beralih ke sistem demokrasi akhir 1970-an. Bulan Februari 1981, Letnan Kolonel Antonio Tejero mencoba melakukan kudeta. Disertai hampir 200 pasukan bersenjata, Tejero masuk ke parlemen yang sedang bersidang dan menuntut kekuasan militer. Para serdadu melepaskan tembakan ke udara.

Tapi Juan Carlos kemudian muncul di televisi dengan seragam militer penuh, dan mengecam keras kudeta. Ia menyerukan warga Spanyol untuk mendukung demokrasi. Setelah menduduki parlemen selama 18 jam, Tejero dan kelompoknya akhirnya menyerah. Ia kemudian dijatuhi hukuman 30 tahun penjara.

Belakangan, kritik terhadap Raja Juan Carlos makin lantang, terutama karena kehidupannya yang dianggap makin menjauh dari rakyat. April 2012 ia mendapat kecaman keras karena berfoto dengan gajah hasil buruannya ketika bersafari di Afrika. Padahal Spanyol sedang menghadapi krisis ekonomi yang parah.

Baca Juga:  Ketua Majelis Ulama Indonesia Dirawat

Alasan Pribadi

PM Spanyol Mariano Rajoy mengatakan, Raja Spanyol mengundurkan diri “karena alasan pribadi”. Sejak beberapa bulan terakhir, Juan Carlos sering menjalani perawatan di rumah sakit.

Pemerintah Spanyol akan melaksanakan rapat kabinet istimewa hari Selasa (03/06/14) untuk membahas permohonan mundur Juan Carlos. Karena pengunduran diri itu harus dilandasi oleh sebuah undang-undang khusus. Belum ada aturan yang mengatur pengunduran diri seorang raja dalam sistem hukum Spanyol.

Ia berharap, parlemen Spanyol “dalam waktu sangat dekat” bisa menyetujui pengangkatan Pangeran Felipe sebagai Raja Spanyol yang baru, kata Rajoy. (AFP/Reuters/Dpa)

loading...