,

Kapal Tanker Thailand Dibajak Saat Berlayar ke Indonesia

HARIANACEH.co.id — Pada akhir pekan kemarin, Badan Maritim Internasional (IMB) melaporkan sebuah kapal tanker minyak asal Thailand diyakini telah dibajak. Kesimpulan itu diambil, karena tidak ada kontak yang diterima sejak empat hari terakhir.

Laman IB Times melansir pernyataan Kepala Pusat Pelaporan Pembajakan IMB, Noel Choong, yang menyebut mereka telah mengirimkan sinyal ke beberapa kapal yang berada di sekitarnya.

[-“zzRnFSsW6OuDSP5ygu1vJHoqytekAuHC”]”Ini bisa saja sebuah pembajakan. Kami telah mengirimkan beberapa sinyal ke beberapa kapal untuk mencari keberadaan kapal tersebut dan memperingatkan otoritas berwenang,” ungkap Noel.

Kapal tanker yang dinamakan MT Orapin mulai berangkat dari Singapura menuju Pontianak, pada 27 Mei kemarin. Namun, sejak saat itu belum ada informasi. Saat berlayar kapal itu tengah mengangkut 14 kru.

Menurut Noel, aksi pembajakan tengah meningkat dan menimpa banyak kapal yang tengah berlayar di perairan di sekitar Selat Malaka dan Singapura, akhir-akhir ini.

Data dari Kesepakatan Kerjasama Regional Dalam Pemberantasan terhadap Pembajakan dan Perampokan Bersenjata Terhadap Kapal-Kapal di Asia (ReCAAP), menunjukkan serangan pembajak terjadi di perairan yang paling sibuk di seluruh dunia. Angkanya pun kian meningkat.

Salah satu contoh lain dari aksi pembajakan terjadi pada April lalu. Saat itu, kapal tanker Jepang, Naniwa Maru I dibajak saat tengah menuju ke Myanmar.

Selain mengambil ponsel dan uang senilai US$17 ribu atau Rp197 juta, para pembajak juga mencuri 3 juta liter minyak diesel yang setara dengan RM8 juta atau Rp28 miliar.

Polisi Malaysia yang menangani kasus pembajakan itu, mencurigai adanya keterlibatan WNI dalam pembajakan tersebut. Sebab, tiga WNI yang diculik dari kapal tersebut oleh pelaku, tidak meninggalkan dokumen pribadi seperti paspor, barang-barang pribadi serta pakaian.

Situs berita perkapalan, Medi Telegraph, membenarkan adanya kaitan antara kru kapal tanker dengan pelaku pembajakan. Sebab, permintaan terhadap kargo minyak di pasar gelap sedang mengalami peningkatan.

Kasus semacam itu, tulis Medi Telegraph, sebagai pembajakan intelijen dan terencana. (viva)

loading...

Jokowi Akan Bertemu Sri Sultan Hari Ini

5 Jenis Makanan Ini Paling Tidak Sehat Untuk Anda