INTERNATIONAL

Pertukaran Tahanan AS-Taliban Jadi Pandangan Pro dan Kontra

HARIANACEH.co.id — Kesepakatan dramatis untuk membebaskan prajurit Bowe Bergdahl yang ditukar dengan tahanan Taliban menimbulkan reaksi beragam di dalam negeri Amerika Serikat.

Washington membela pertukaran tahanan itu penting untuk menyelamatkan nyawa Bergdahl, karena kondisi kesehatannya memburuk tajam setelah lima tahun sebagai satu-satunya prajurit AS yang ditawan oleh Taliban sejak perang dimulai 2001.

[-“HZGT5gR7BsF9SPCWsZjoALO93Vfn4Dk0”]Namun pertukaran yang diumumkan Sabtu pekan lalu dikritik anggota parlemen Partai Republik, yang menyatakan bahwa lima tahanan Taliban, yang semuanya adalah tokoh senior yang dipenjara di Guantanamo, bisa kembali ke medan pertempuran dan menjadi ancaman bagi warga Amerika di luar negeri.

Senator John McCain, yang pernah menjadi tawanan dalam perang Vietnam, menyebut itu sebagai ”hard core tersulit” dan mengatakan kesepakatan itu ”mengganggu karena para individu ini akan bisa kembali memasuki arena peperangan”.

Menteri Luar Negeri Afghanistan menjuluki kesepakatan – yang diperantarai Qatar yang masih akan menampung lima tahanan Taliban itu selama satu tahun – sebagai sesuatu yang ilegal, yang melanggar hukum internasional yang melarang penyerahan tahanan kepada pihak ketiga.

Mullah Mohammad Omar, pemimpin spiritual Taliban, mengeluarkan pernyataan langka yang memuji pembebasan lima tahanan Guantanamo sebagai sebuah ”kemenangan besar”, dan memberi selamat kepada ”semua mujahidin”.

Menunjukkan “keinginan baik”

Meski membuat Taliban bertepuk dada, namun para analis mengatakan kesepakatan itu bisa jadi lebih dibutuhkan untuk memperbesar keyakinan bagi AS yang bersiap menarik mundur pasukannya dari Afghanistan pada 2016, untuk mengakhiri perang terpanjang selama 15 tahun yang pernah dijalankan AS setelah serangan 11 September.

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel mengekspresikan harapannya bahwa keputusan itu akan bisa membawa perundingan langsung dengan Taliban, dan mendukung upaya yang dipimpin Afghanistan – untuk mencari sebuah kesepakatan damai yang penting untuk mencegah kegagalan upaya itu pada masa yang tidak menentu ke depan.

“Jadi mungkin ini akan menjadi sebuah pembuka baru yang bisa menghasilkan sebuah kesepakatan,” kata dia.

Pembebasan orang-orang ini, yang semuanya merupakan bekas petinggi rezim Taliban yang digulinggkan oleh invasi AS ke Afghanistan, telah lama menjadi syarat utama yang diberlakukan kelompok militan itu untuk mememulai negosiasi damai dengan AS.

“Saya pikir itu menunjukkan niat baik semua pihak untuk membangun rasa saling percaya dan memulai pembicaraan damai dalam di masa datang dalam waktu dekat,” kata Ismail Qasimyar, dari Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan, menanggapi kesepakatan tersebut. (AFP/AP/RTR)

TERPOPULER

To Top