HARIANACEH.co.id — .Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyambut presiden terpilih 2014 di Istana Negara dengan upacara militer

Hal itu diungkapkan SBY saat memberikan pengarahan kepada TNI Polri di Kementerian Pertahanan, Senin 2 Juni 2014.

“Saya berencana, apakah Jokowi atau Prabowo, saya akan menyambut dengan kehormatan. Dan saya merancang tradisi baru setelah 20 Oktober, saya akan bersiap di Istana untuk menyambut presiden yang baru dengan upacara militer,” ujar SBY.

Ia melanjutkan, TNI dan Polri akan hadir dalam upacara tersebut beserta staf kepresidenan lainnya. Setelah itu, SBY akan pergi ke Istana dan kembali ke masyarakat luas.

Baca Juga:  Pada Sidang Kasus Hambalang, Ruhut Sitompul dan Mirwan Amir Dicecar Soal Kongres PD

“Kalau kita bisa melakukan hal itu, saya kira akan melakukan sejarah yang baik,” kata dia.

Dalam kesempatan itu SBY juga memerintahkan TNI dan Polri beserta keluarga besarnya untuk bersikap netral dalam Pilpres 2014. “Instruksi dan arahan saya agar TNI dan Polri bersikap dan bertindak tepat dalam pilpres. Tepat sesuai dengan amanah konstitusi dan UU yang berlaku juga tepat sesuai dengan amanah reformasi TNI dan Polri yang kita mulai sejak tahun 1998 lalu,” katanya.

SBY menilai pada pileg dan pemilu 2009, TNI dan Polri telah bersikap netral. Ia berharap sikap itu bisa dipertahankan hingga 9 Juli mendatang.

“Harapan dan instruksi saya pada pilpres 2014 ini netralitas TNI dan Polri tetap dijaga dan dilaksanakan, jangan sampai dirusak, dan khianati reformasi TNI Polri yang kita laksanakan dengan sangat tidak mudah waktu itu,” tuturnya. (ita)

Baca Juga:  KPK akan Periksa Dua Saksi Kasus Muhtar Ependy Hari Ini
loading...