HARIANACEH.co.id — Ronaldo dan Messi cukup menjual untuk membuat Piala Dunia 2014 salah satu turnamen terbaik di dunia, tapi ada 10 permata tersembunyi yang tidak akan menyia-nyiakan momen ini untuk menunjukkan talenta mereka.

Berikut 10 Pemain yang siap bersinar di Brasil:

1. Kwadwo Asamoah (Ghana)

Kwadwo Asamoah
Kwadwo Asamoah6

[-“ZPZ44L9MKJ5bTSvKQAfjuFtPfZ4HdIgR”]Juventus berjuang di berbagai front untuk merebut lebih banyak trofi musim ini – dan Asamoah berperan penting. Meski sudah membela Ghana dalam 60 laga, pemain berusia 25 tahun ini melejit ke level baru musim ini setelah bersinar sebagai bek sayap kiri ketimbang posisi sebelumnya. Apabila Ghana mengulang prestasi tahun 2010, Asamoah akan memegang kunci.

2. Paul Pogba (Perancis)

Paul Pogba
Paul Pogba

Sir Alex Ferguson jarang menyebut nama Pogba. Atas keputusan Fergie-lah sang pemain muda Perancis bergabung dengan Juventus dan muncul sebagai salah satu trisula lini tengah terbaik. Menang Piala Dunia U-20 dan delapan laga bersama timnas Perancis meningkatkan reputasi Il Polpo Paul. Pogba menjadi secercah kualitas bagi Les Blues sepanjang kualifikasi.

3. Adam Lallana (Inggris)

Adam Lallana

Tanpa memandang diri sebagai favorit juara di Brasil, kamp Inggris tetap punya keyakinan. Adam Lallana mencerminkan keyakinan ini setelah melewati musim cemerlang bersama Southampton. Ketenangan dan keanggunannya mengatasi bola sebagai playmaker lini tengah membawanya menerobos timnas pada musim 2013-14.

Baca Juga:  Siapa Lebih Hebat Setelah Madrid dan Barcelona Rekrut Kiper Baru?

4. Miralem Pjanic (Bosnia dan Herzegovina)

Miralem Pjanic

Sang konduktor orkestra, menurut media Italia, Miralem Pjanic krusial bagi AS Roma. Mereka telah berbuat banyak pada Serie A di bawah asuhan Rudi Garcia, dan kemungkinan besar merayakan Scudetto kalau bukan karena dominasi Juventus. Pjanic adalah seorang playmaker sejati: fasih mengoper, visi yang luas dan mampu mengontrol arus dan tempo di lini tengah.

5. Yoichiro Kakitani (Jepang)

Yoichiro Kakitani

Kakitani menjadi satu nama lagi dari ban berjalan gelandang serang Jepang. Kemampuannya mirip mantan pemain BVB Kagawa atau Keisuke Honda: cepat, dinamis, tangkas berpikir dan mengoper. Sementara bermain untuk Cerezo Osaka, pemain berusia 24 tahun ini akan berusaha menambah koleksi caps pada Piala Dunia Brasil dan terus melambungkan Samurai Blue.

6. Kevin de Bruyne (Belgia)

Kevin de Bruyne

Bagian dari ‘generasi emas’ Belgia, Kevin de Bruyne, bisa dibilang paling mencolok. Debut menawan di Bundesliga bersama Werder Bremen berujung pada transfer ke Wolfsburg yang haus posisi di Liga Champions. Pemain 23 tahun ini berkembang di sayap kanan, sesuai dengan posisi yang diberikan pelatih timnas Belgia Marc Wilmots.

7. Lucas Moura (Brasil)

Lucas Moura

Pemain sayap yang satu ini sudah beberapa tahun membela Brasil, meski baru berusia 21 tahun. Kini sosok penting bagi juara klub Perancis PSG, Moura adalah salah satu penyerang Brasil yang ingin merebut posisi dalam pool akhir Scolari. Ia masih harus membuktikan harga transfernya, namun kalau Moura sedang panas, bakatnya tak diragukan lagi.

Baca Juga:  Mereka Pantas Diimbangi Southampton 1-1, Chelsea Monoton

8. James Rodriguez (Kolombia)

James Rodriguez

Setiap mata mencermati Kolombia. Timnas Amerika Selatan ini melaju menuju Piala Dunia dan berada di atas angin. Bintang Monako, Rodriguez, mengambil alih beban dari Radamel Falcao yang cedera sepanjang musim. Pemain berusia 22 tahun ini memiliki kualitas playmaker cemerlang dan mengantongi banyak assist. Ia bisa dibilang bakat muda paling bersinar dari Kolombia.

9. Eduardo Vargas (Chile)

Eduardo Vargas

Fans Jerman menyaksikan sepak terjang Vargas saat laga persahabatan yang didominasi Chile di Stuttgart. Vargas yang tengah dipinjamkan ke Valencia menjadi salah satu andalan timnas Chile yang flamboyan dan agresif di lini depan. Vargas akan kembali ke Napoli musim depan, namun Piala Dunia mungkin membuka jendela baru bagi penyerang 24 tahun ini.

10. Jordy Clasie (Belanda)

Jordy Clasie

Bakat alamiah pemain Feyenoord yang satu ini berhasil menutupi kekurangannya pada tinggi badan. Di lini tengah ia menjadi jangkar bagi klubnya yang tengah berjaya di Eredivisie dan sudah mulai menancapkan diri dalam susunan timnas Belanda. Tak lama lagi Clasie meraih tonggak 100 laga untuk Rotterdam pada usia 22 tahun.

via dw

loading...