,

Jusuf Kalla Janji Tuntaskan Aturan Turunan UUPA

BANDA ACEH, HARIANACEH.co.id — Calon Wakil Presiden (cawapres) Jusuf Kalla berjanji akan menuntaskan aturan turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA.

[-“b1uobBCsxTSlWxnb8aqmtS8zv5oiOdHg”]Janji tersebut disampaikan cawapres Jusuf Kalla dalam kampanye dialogis di Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Kampanye tersebut dihadiri seribuan masyarakat.

Hadir dalam kampanye dialogis tersebut, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, petinggi Partai Aceh Zakaria Saman, Ketua PDI Perjuangan Aceh Karimun Usman, serta sejumlah petinggi partai pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

“Banyak aturan turunan undang-undang khusus Aceh belum diselesaikan. Kami akan menyelesaikannya jika saya dan Jokowi terpilih sebagai presiden dan wakil presiden nanti,” kata Jusuf Kalla.

Menurut Jusuf Kalla hal itu merupakan utang Helsinki yang belum selesai. Utang ini adalah utang perdamaian yang ditandatangani di Helsinki 5 Agustus 2005 dan harus diselesaikan pemerintah pusat terhadap rakyat Aceh.

“Aturan turunan UUPA ini penting bagi Aceh. Dengan aturan ini, Aceh bisa lebih baik lagi dan masyarakatnya menjadi lebih sejahtera di bawah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI,” ujar Jusuf Kalla.

Pada kesempatan, Jusuf Kalla menyebutkan dirinya bersama Joko Widodo, calon presiden, memulai kampanye nasional pemilu presiden dari Aceh dan Papua.

“Saya memulai dari Aceh dan Joko Widodo atau dikenal Jokowi berkampanye dari Papua. Kami pilih dua daerah ini karena menunjukkan komitmen kami bahwa Indonesia besar dan Indonesia bersatu. Kami tidak ingin Indonesia besar tetapi tidak bersatu,” katanya.

Khusus untuk Aceh, kata dia, Bumi Tanah Rencong ini telah memberi banyak untuk republik ini. Kini saatnya pula republik ini memberi banyak kepada Aceh.

“Ingat, kami akan menjalankan amanah jika rakyat Aceh dan seluruh rakyat Indonesia memberi kepercayaan kepada kami dipilih sebagai presiden dan wakil presiden,” kata Jusuf Kalla. (antara)

 

loading...

Raup Dukungan, Hatta Rajasa Jumatan di Pulau Dewata

Terkait Kasus Penculikan Aktivis, Pepabri Diminta Buka Dokumen Pemecatan Prabowo