HARIANACEH.co.id — Para ilmuwan Universitas Harvard, di Amerika Serikat, mengakui bahwa sebuah buku berbahasa Prancis dari abad 19 di perpustakaan kampus itu bersampul kulit manusia.

[-“dBT2PCYtdLJHugKdsDYVGKKAPqFXANSe”]Buku berjudul “Des destinees de l’ame” (Tentang Takdir Jiwa) karya sastrawan Prancis, Arsène Houssaye, terdaftar di perpustakaan Houghton Library, milik Harvard pada 1934. Di dalamnya tertulis bahwa buku itu dibungkus oleh kulit punggung seorang perempuan, karena “buku tentang jiwa manusia layak diberi sampul sesuatu yang manusiawi.”

Kepastian bahwa buku itu bersampul kulit manusia setelah sejumlah ilmuwan menggelar penelitian menggunakan sejumlah cara, termasuk teknik peptide mass fingerprinting (PMF), yang berupaya melacak protein-protein pada sebuah benda.

Baca Juga:  PlayStation 4 Sudah Terjual 18,5 Juta Unit di Seluruh Dunia

“PMF dari ‘Des destinees de l’ame cocok dengan manusia dan jelas tidak diambil dari sumber lain seperti domba, sapi, dan kambing,” kata Bill Lane dan Daniel Kirby, dua ilmuwan Harvard yang meneliti buku tersebut.

Praktik anthropodermick bibliopegy, mengunakan kulit manusia sebagai sampul buku, sempat lazim di abad 16. Buku berisi pengakuan seorang pelaku kriminal biasanya dibalut dengan kulit sang penjahat sendiri.

Buku Houssaye sendiri menjadi sorotan setelah lahir perdebatan di Harvard tentang sebuah buku lain yang diduga juga menggunakan kulit manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku itu tidak mengandung kulit atau bagian tubuh manusia. (sr)

loading...