HARIANACEH.co.id — Blusukan, yaitu mengunjungi masyarakat secara langsung, jadi populer sejak sering dilakukan Joko Widodo, baik menjabat sebagai Walikota Solo maupun Gubernur DKI Jakarta. Namun, calon Wakil Presiden Hatta Rajasa mengklaim pendekatan itu sudah sejak lama dia lakukan.

[-“E7mtMsqL7y2NB75wMRlnxhaPk6JjS8Ef”]Bahkan, di hadapan warga dan para pedagang Pasar Tambun, Bekasi, Hatta mengaku telah 14 tahun melakukan blusukan ke pasar, dan itu telah ia lakukan sejak masih menjadi menteri.

“Prabowo-Hatta memikirkan ekonomi kerakyatan, agar bisa meningkat ekonomi dalam lima tahun ke depan, jangan sampai turun, buruh jangan di PHK, yang outsourching jangan diberhentikan, karena mereka punya keluarga dan anak,” kata Hatta, Sabtu 7 Juni 2014.

Baca Juga:  Untuk Perbaikan Gugatan Prabowo, Hakim MK Beri Enam Catatan Penting

Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga menyatakan, kedatangannya untuk blusukan ke pasar sengaja dilakukan untuk memantau harga sembako jelang bulan Ramadhan dan juga Idul Fitri.

“Saya sudah bilang sama menteri-menteri agar harga tidak naik. Harga harus pas, tapi pedagang untung,” ucap Hatta.

Tidak hanya pedagang, Hatta juga menjanjikan bahwa PNS juga akan lebih sejahtera. “Pendapatan rendah PNS minimal Rp5 juta. Betul-betul kita harus memperhatikannya,” janji Hatta.

Usai mengunjungi pasar Tambun, besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Pondok Pesantren Yapink, dan bertemu kepala yayasan pesantren, Ahmad Kholid Dawan.

Saat mendatangi pesantren tersebut, Hatta langsung diserbu dan dielu-elukan para santri yang kebanyakan wanita.

Baca Juga:  Calon Kapolri, KPK: Semoga Komjen Tito Di-approve DPR

Untuk kampanye hari keempat ini, Hatta didampingi tim sukses dari koalisi Merah Putih, di antaranya Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang juga menjabat sebagai ketua DPD Golkar, Kabupaten Bekasi, dan lainnya. (viva)

 

loading...