HARIANACEH.co.id — Siti Hediati Haryadi atau lebih akrab disapa Titiek Soeharto mengajak masyarakat untuk memilih mantan suaminya dalam pemilihan presiden 9 Juli 2014.

Menurut dia, Indonesia dengan jumlah penduduknya yang mencapai 240 juta jiwa dan daratan serta lautan yang luas, membutuhkan figur pemimpin yang punya pengalaman, cerdas, dan tegas.

Prabowo dianggapnya merupakan figur yang mempunyai kriteria tersebut hingga diharapkan dapat membawa Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.

“Kalau dilihat dari capres-cawapres yang ada saat ini, maka pemimpin yang cocok memimpin Indonesia adalah Pak Bowo dan Pak Hatta,” kata Titiek di Yogyakarta, Sabtu 7 Juni 2014.

Baca Juga:  Warga Pilih Jual Kembali karena Kualitas Raskin Buruk

Pilihan itu ia jatuhkan bukan lantaran Prabowo merupakan bekas suaminya. Namun, dari pengalaman menjadi TNI dan memimpin Kopassus dengan sikap tegasnya, Prabowo dinilai cocok untuk memimpin Indonesia lima tahun ke depan.

Tak lupa, ia pun mengajak masyarakat untuk mencoblos Prabowo dan tidak bersikap golput pada 9 Juli 2014. “Saya mengajak memilih Pak Bowo bukan karena mantan suami saya lho,” jelasnya.

Saat disinggung rencana Prabowo yang ingin menganugerahkan mantan mertuanya menjadi pahlawan, Titiek menanggapinya dengan santai. Kata dia, Pak Harto sudah menjadi pahlawan saat ini. Kendati demikian, keluarga akan berterima kasih bila langkah itu akan ditempuh Prabowo.

“Yang jelas, beliau, Pak Prabowo, sudah tahu kehidupan pribadi Pak Harto. Jadi kalau akan menganugerahkan gelar tentunya dengan pemikiran yang matang,” sarannya.

Baca Juga:  Jenderal Moeldoko Naik Heli Seahawk AS Pantau Evakuasi AirAsia
loading...