HARIANACEH.co.id — Tudingan adanya Babinsa memihak dan meminta warga mengarahkan pilihan ke calon presiden Prabowo Subianto, segera ditindak lanjuti oleh Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman.

[-“j925y9nTuiRb3EAUXvzJqXTHXM50b9JA”]Dan hari ini, dalam pers rilis yang diterima oleh redaksi harianaceh.co.id, KSAD telah menjatuhkan hukuman cukup keras pada dua anggotanya dari Danramil, Gambir, Jakarta Pusat. Yang pertama adalah kopral Rusfandi. Anggota banbinsa di Kelurahan Cideng ini, dinyatakan bersalah dan, “Menghukum Koptu Rusfandi dengan Penahanan Berat selama 21 hari,” kata Brigjen TNI Andika Perkasa.

Selain itu lanjut Kepala Dinas Penerangan TNI AD tersebut, Koptu Rusfandi diberi sangsi tambahan berupa sangsi administratif penundaan pangkat selama 3 periode (3 x 6 bulan). Tentu ini bukan hukuman tingan buat seorang bintara.

Baca Juga:  4 Anak Margriet Terlibat Kasus Angeline Setelah Bocor di Medsos

Selain Rusfandi juga turut dihukum atasannya Danramil Gambir, Kapten Inf. Saliman. Kapten Saliman dianggap tidak berusaha menegur & menghentikan tindakan Koptu Rusfandi melakukan pendataan preferensi warga di Pemilihan Presiden 2014.

Atas kelalaiannya itu, Saliman mendapat teguran dan sangsi administratif penundaan pangkat selama 1 periode (1x 6 bulan).

Menurut Kadispenad, penyelidikan atas dugaan itu berdasar laporan dari masyarakat. Khususnya pemberitaan Kompas.com hari Kamis 5 Juni lalu jam 9.57 WIB berjudul “Datangi Rumah ke Rumah, Anggota Babinsa Arahkan Warga Pilih Prabowo”.

“Kepala Staf TNI AD, Jenderal TNI Budiman, segera memerintahkan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Mulyono, untuk mengusut tuntas alegasi tersebut,” kata Kadispenad Brigjen Andika Perkasa.

Baca Juga:  Masalah Politik Terselesaikan Tapi Tidak Masalah Hukum

Pengusutan terhadap beberapa personel di jajaran Kodim Jakarta Pusat itu dilakukan oleh Tim Gabungan dari Kodam Jaya sejak Kamis 5 Juni sampai dengan Minggu 8 Juni jam 4.00 dini hari. (gatra)

 

loading...