[-“JTfEGxIQ93dwlit7EFiHUUZQsREEHGyY”]HARIANACEH.co.id — Awalnya adalah sebuah desa yang lantas berkembang menjadi kota. Dan ketika kehidupan terus bergerak, desa makin ditingalkan. Tetapi ada juga yang tetap bertahan seperti adanya dulu. Dan kini  jauh dari keramaian dan modernitas, desa-desa kuno yang diabadikan dalam kartu pos itu mampu menenggelamkan kita dengan pesona lamanya.

Mengunjungi desa-desa kuno ini dijamin akan membawa pengunjungnya ke satu era, di mana semua masih begitu sederhana dan tradisional, udara masih segar belum tercemar.  Berikut sejumlah desa yang layak Anda masukkan dalam daftar untuk dikunjungi.

Burano, Italia

Sebuah desa nelayan dengan rumah-rumah psychedelically berwarna cerah dengan pintu berwarna kontras. Tangan-tangan terampil  merenda pulau Burano yang terletak di tengah laguna di Italia ini. Burano seolah membawa pengunjungnya kembali ke abad 16, para nelayan desa memutuskan untuk mewarnai rumah dengan warna-warna cerah, agar mudah diidentifikasi di tengah kabut tebal.

Oia, Yunani

Terletak di di ujung utara Pulau Santorini, Dunia mengenal Oia sebagai sebuah kehidupan yang tenang dengan pemandangan matahari terbenam yang fantastis. Lereng hijau penuh dengan bunga-bunga yang menakjubkan.

Colmar, Prancis

Colmar adalah daerah penghasil anggur Alsace. Desa ini seperti cerita rakyat di abad pertengahan, dengan perahu kecil tertambat di kanal yang dipenuhi bunga, rumah kayu kecil menyerupai kotak-kapur warna-warni dan jalur batu menawan,  melengkapi ilusi dongeng.

Baca Juga:  Penuaan Dini Bisa Dipicu Karena Minum Pakai Sedotan

Giethoorn, Belanda

Sepenuhnya bebas dari mobil dan didominasi oleh kanal sepanjang empat mil (sekitar 6,5 kilometer), Giethoorn adalah sebuah desa menawan yang terletak di provinsi Overijssel, Belanda. Keheningan dan keindahan alamnya membawa pengunjungnya kembali ke beberapa abad lalu, sata desa ini mulai didirikan. Anda bisa menikmati  ‘Dutch Venice’ yang tak terlupakan.

Alberobello, Italia

Telah ditetapkan menjadi Warisan Dunia oleh UNESCO, Situs Alberobello menyerupai desa perkotaan, Gnome. Alberobello cukup padat dengan 1500 rumah berbentuk sarang lebah. Bagian atasnya yang berwarna putih, seakan ditaburi oleh salju. Tempat tinggal unik ini dibangun dari batu kapur lokal

Desa kuno Alberobello, Italia. (shutterstock)

Bibury, Inggris

Dikenal dengan Cottage batu berwarna madu dengan atap curam, dan menjadi lokasi syuting untuk film “Bridget Jones Diary”. Oleh penyair abad ke-19 William Morris, Bibury disebut sebagai’ ‘desa terindah di Inggris’. Terletak di lembah Sungai Coln, Bibury adalah salah satu tempat paling terkenal di Cotswolds.

Èze, Prancis

Desa peninggalan abad pertengahan ini terletak di atas tebing yang tinggi yang sedikit berbatu, Eze, tampil memesonadengan rumah-rumah batu kecil, jalur berkelok-kelok dan pemandangan Laut Mediterania yang memukau. Jardin d’Eze, taman kaktus di atas desa, tak boleh dilewatkan.

Baca Juga:  Ledakan Nikmatnya Kopi Sanger Khas Aceh

Shirakawa, Jepang

Terselip antara Takayama dan Kanazawa di pegunungan terpencil di distrik Ono, Jepang, Shirakawa dikenal dengan rumah-rumah pertaniannya yang unik. Dibangun di Gassho-zukuri dengan gaya jerami, di mana atap menyerupai tangan dilipat saat berdoa. Indahnya Shirakawa bisa dinikmati di semua musim, warna cerah saat musim semi atau hamparan salju di musim dingin.

Desa Shirakawa, Jepang (shutterstock)

Český Krumlov, Republik Cek

Ditetapkan menjadi Warisan Dunia UNESCO sejak 1992, Český Krumlov dimahkotai oleh sebuah benteng yang spektakuler dan kota tua persegi yang elegan. Keindahan itu tertuang dalam bangunan gaya barok, kedai kopi di tepi sungai, istana, kebun, dan artis jalanan yang dapat ditemui di setiap sudut desa.

Monsanto, Portugal

Ketika mendaki jalanan menanjak menuju Monsanto, pengunjung akan disuguhi pemandangan rumah-rumah terselip di antara batu-batu raksasa. Di puncak gunung Monsanto, kita dapat melihat pedesaan Portugis dan batu-batu yang dijadikan bagian dari dinding, lantai dan dalam beberapa kasus, atap rumah.