HARIANACEH.co.id — Astronom meyakini bisa menemukan bukti keberadaan mahluk luar angkasa atau alien dalam 20 tahun ke depan. Kehidupan di luar bumi merupakan hal yang tidak bisa dihindari lagi karena luasnya alam semesta.

[-“eucQHaXRjff963BzDH5rIlmKXxei56YJ”]Astronom dari Amerika Serikat, Dr Sara Seager mengatakan, dalam beberapa dekade ke depan, sidik jari kimia dari kehidupan di atmosfer planet yang melakukan orbit di dekat bintang bisa ditemukan dengan teleskop generasi generasi baru.

“Kita bisa memastikan bahwa untuk pertama kali dalam sejarah manusia, kami hampir dekat untuk mencari tanda dari kehidupan di luar ruang angkasa di sekitar ratusan bintang,” kata Seager.

Baca Juga:  Ini Dia Bocoran Perdana Antarmuka HTC Sense 8 UI

Kata dia, secara statistik, setiap bintang di galaksi memiliki paling tidak satu planet dan juga dunia kecil seperti Bumi.

“Galaksi kita sendiri mempunyai 100 miliar bintang dan luar angkasa mempunyai 100 miliar galaksi, yag membuat peluang adanya kehidupan di luar angkasa menjadi tidak terhindarkan lagi,” ujarnya.

Menurut dia, mahlukan luar angkasa atau exoplanet bisa ditemukan di mana atmosfer dapat dipelajari secara rinci oleh teleskop luar angkasa. Teleskop tersebut akan diluncurkan oleh Webb Space Telescope pada 2018. Teleskop itu bisa menganalisis belasan super Earth, planet yang lebih besar dari Bumi, termasuk mendeteksi adanya kehidupan di sana.

“Melakukan studi atmosfer planet untuk mencari tanda-tanda kehidupan melibatkan cahaya bintang yang disaring melalui gas. Semua benda hidup, mulai dari bakteri hingga hewan besar akan memproduksi gas yang bisa dideteksi di atmosfer. Gas yang diproduksi tersebut termasuk oksigen, ozon, nitrous oxide dan metan,” ujarnya.

Baca Juga:  Pusat Transparansi dan Keamanan Siber Dibangun Microsoft di Singapura

Namun, permasalahan yang dihadapi para ilmuwan adalah sejumlah gas tersebut seperti metan dapat dihasilkan melalui proses geologis seperti dalam kehidupan biasa.
Seager mengungkapkan, untuk mengurangi kesalahan bisa dilakukan dengan mencari gas yang lebih terikat dengan mahluk hidup seperti dimethyl sulphide (dms) dan methanethiol. Cara ini diyakini bisa mendeteksi keberadaan mahluk luar angkasa.