[-“eL0Enjs1ORWQw5M6f0ohFWWXLsNEHU8t”]HARIANACEH.co.id — Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia karena terlambatnya pembayaran gaji/tunjangan pensiun ke-13 Pegawai Negeri Sipil.

Deputi Neraca dan Analisis Statistik BPS, Suhariyanto mengatakan, pembayaran gaji/tunjangan PNS ke-13 masuk dalam komponen belanja pemerintah.

Kata dia, penundaan itu membuat belanja pemerinta terpangkas 0,17 persen. Bedasarkan catatan BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan kedua 5,12 persen yang merukan pertumbuhan ekonomi terendah sejak 2009.

“Belanja pegawai, porsi paling besar  yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,” ujar Suharyanto di kantor pusat BPS, Jakarta, Selasa (5/8/2014).

Ia menuturkan, dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi, realisasi pengeluaran pemerintah sangat berpengaruh. Pencairan gaji ke-13 di akhir Juli baru akan berdampak untuk ekonomi di kuartal III 2014.

Baca Juga:  OJK dan Sulteng Resmikan TPAKD dan Satuan Tugas Waspada Investasi

“Jadi waktu yang tidak tepat terhadap pencairan itu besar sekali pengaruhnya,” pungkasnya.