HARIANACEH.co.id — Kuasa hukum Marshanda, OC Kaligis mengatakan sebelum  kliennya dijemput paksa keluarga, sempat terjadi perbincangan alot di kamar apartemen. Caca-sapaan akrab Marshanda, menolak diajak ke rumah sakit oleh beberapa petugas RSJ Dharmawangsa dan perwakilan keluarga.

[-“9QRcaxPmQ9YlerykoOH2vaVySkqQyLY5”]Caca sempat menanyakan maksud kedatangan keluarga dan petugas RSJ ke apartemennnya. “Mereka menegaskan bahwa mereka diperintahkan untuk menjemput Marshanda untuk berkonsultasi dengan dr. Richard,” tulis OC Kaligis dalam keterangan pers seperti dilansir laman suara, Rabu (6/8/2014).

Caca menolak. Menurutnya, dr. Richard bisa datang ke apartemennya tanpa dia harus dibawa ke RS. Tapi petugas RSJ dan perwakilan keluarga kukuh membawa Caca keluar dari apartemen. Akhirnya dia menyetujui permintaan tersebut. Sebelum dibawa, pihak RS memaksa Caca disuntik tanpa menjelaskan apa yang ada di dalam insulin.

Baca Juga:  Bruce Jenner Siapkan Rp3,3 Miliar Demi Menjadi Transgender

Sebelum disuntik, Caca sempat meminta izin menghubungi pengacaranya untuk menanyakan langkah-langkah yang akan dia ambil.

“Awalnya (pihak keluarga) mengizinkan. Tetapi dalam beberapa menit, orang suruhan keluarga bernama Rony, menanyakan kepada sandy (manajer Caca) apakah ada jendela keluar di kamar Marshanda atau kemungkinan dia melakukan pelarian dengan cara melompat dari lantai 30,” tulisnya.

Khawatir melompat melalui jendela apartemen, pihak RS buru-buru mengetuk pintu kamar Caca dan masuk bersama Andrian Hasnafi, adik Caca.

“Dan mereka langsung melakukan terapi (injeksi kedua belah tangan kanan dan kiri Marshanda),” lanjut OC Kaligis.

Diberitakan sebelumnya, OC Kaligis mengatakan kliennya dipasung di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat selama delapan hari sejak tanggal 26 Juli. Kepada kuasa hukumnya, Caca mengaku disuntik hingga lemas sebelum dibawa ke RS. Padahal, menurut Caca, saat itu dirinya dalam keadaan sehat.

Baca Juga:  Tempat Bersejarah Meksiko Usir Justin Bieber