[-“qGcBxM78jln0Hi2K2KOlSaMDvfrKo3hf”]HARIANACEH.co.id — Mahkamah Konstitusi menggelar sidang perdana Perkara Hasil Pemilihan Umum (PHPU), Rabu (6/8/2014).

Dalam sidang Calon Presiden Prabowo Subianto selaku penggugat menyatakan dirinya siap menghadirkan puluhan ribu saksi.

“Kalau ada waktu kita bisa hadirkan puluhan ribu saksi, saya juga sudah minta untuk membuat testimoni dan buat video. Kalau tidak diterima di sidang, harus ada pembelajaran untuk masyarakat,” ujarnya di Ruang Sidang Mahkamah Konstitusi, Rabu (6/8/2014).

Prabowo juga menambahkan, dalam pilpres yang lalu, dirinya menyebut satu kasus, di mana seorang ibu tidak diperkenankan mencoblos.

“Ada ibu-ibu datang mau nyoblos ditanya nyoblos nomor satu atau dua, dia pilih satu dan gak diperbolehakan, ibu-ibu itu di bendungan hilir, ibu itu masih hidup,” tegas Prabowo.

Baca Juga:  Komjen Budi Gunawan Dinilai Layak Gantikan Jenderal Badrodin Haiti

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyatakan menghormati keputusan apapun. Namun ia menyaratkan jika proses tersebut berjalan dengan jujur, benar dan tidak ada kecurangan.

Sidang pun dimulai sekira pukul 09.43 WIB, setelah sembilan Hakim Konstitusi hadir semua. Ketua MK Hamdan Zoelva yang memimpin sidang ini.

Untuk diketahui, kubu Prabowo-Hatta mengajukan gugatan terhadap penetapan hasil pemilu Presiden 2014 yang dilakukan KPU pada 22 Juli lalu. Gugatan dilayangkan oleh kubu Prabowo-Hatta karena ditemukannya dugaan pelanggaran yang terjadi secara sistematis, tersetruktur dan masif di beberapa Provinsi di Indonesia.