[-“noehTg50FTNY3ykF35uancE0nj5mUJti”]HARIANACEH.co.id — Polda Metro Jaya mulai melakukan pemeriksaan awal terhadap saksi pelapor terkait kasus pemuatan karikatur di harian The Jakarta Post yang dituding menghina Islam.

Pemeriksan kepada para saksi menyusul pelimpahan kasus dari Bareskrim Polri kepada Polda Metro.

Saksi yang pelapor yang pertama kali diperiksa hari ini, Kamis (7/8/2014), yakni Edy Mulyadi selaku Ketua Majelis Dakwah dan Tabligh Korps Mubaligh Jakarta (KMJ).

“Dipanggil sebagai saksi pelapor terhadap laporan kami sebelumnya tentang pembuatan karikatur Jakpost. Tadi banyak ditanya, tentang materi pengaduan,”  ujar Edy usai dimintai keterangan di Mapolda.

Ketika ditanya kenapa kasus ini di limpahkan ke Polda Metro Jaya, Edy mengaku tidak mengerti alasannya.

Baca Juga:  Istri Muda Ketua Nonaktif DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron diperiksa KPK

”Saya tidak bisa jawab karena tidak tahu,” imbuhnya.

Edy menambahkan, selama pemeriksaan dia mendapatkan sebelas pertanyaan dan alasan kenapa dirinya melaporkan Jakarta Post.

“Itu adalah simbol Islam yang sangat sakral. Jakpost mengartikan seolah-olah agama Islam seperti bajak laut. Penuh kekerasan, pertumpahan darah, tidak segan untuk membunuh, merampas hak orang lain. Waktu laporan di bareskrim sudah kita sampaikan. Tadi ditunjukkan kembali,” paparnya.

Edy mengatakan, dirinya sempat bertanya kepada penyidik berapa lama pengusutan kasusnya, namun penyidik hanya mengukapkan akan memintai keterangan lanjutan jika dibutuhkan.