HARIANACEH.co.id — Belakangan ini, pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi mendadak jadi sorotan dunia internasional. Beragam teori konspirasi tentang siapa sebenarnya dirinya pun bermunculan semenjak dia mengumumkan berdirinya kekhalifahan Islam di Irak dan Suriah.

[-“r9TN1vahXCv7CbnmWfhnsJF2rH4LkD9e”]Salah satunya adalah teori yang menyebutkan bahwa al-Baghdadi lahir di Israel dari pasangan suami istri Yahudi. Sebagaimana dilansir oleh Veterans Today, al-Baghdadi adalah keturunan Yahudi dan nama aslinya adalah Elliot Shimon. Media tersebut juga menyebutkan bahwa al-Baghdadi merupakan didikan intelijen rahasia Israel, Mossad. Ia dibayar untuk berperan sebagai pemimpin ISIS.

Rumor tersebut awalnya diembuskan oleh sang pembocor rahasia Badan Keamanan Amerika Serikat (NSA), Edward Snowden. Menurut pengakuan Snowden yang dimuat dalam situs globalresearch.ca, si pemimpin ISIS itu dilatih oleh Mossad, juga oleh badan intel dari Inggris dan Amerika Serikat.

Baca Juga:  4 Orang Jadi Korban Akibat Kebakaran di Kamp Pengungsi di Yunani

Hal ini pun langsung ramai menjadi berita di berbagai media. Salah satu media yang pertama memberitakannya adalah Gulf Daily News.

“Snowden mengatakan bahwa dinas intelijen dari tiga negara, yakni entitas dari Amerika Serikat, Inggris, dan negara Zionis, telah bekerja sama untuk menciptakan organisasi teroris yang mampu menarik perhatian semua ekstrimis dunia menjadi satu wadah, dengan menggunakan strategi yang dinamakan “sarang lebah”,” bunyi laporan media itu.

Namun, kebenaran dari teori tersebut masih bisa diperdebatkan. Pasalnya, dokumen-dokumen rahasia yang dimiliki Snowden, hingga saat ini masih aman di tangan media Washington Post dan dua jurnalis mereka yang pertama mengungkapnya.

Kepada New York Times, Snowden pernah mengatakan bahwa rahasia-rahasia NSA aman dan ia menyerahkannya kepada dua jurnalis yang ia temui beberapa waktu lalu di Hong Kong.

Baca Juga:  Sebagian Warga AS Alami Stres Karena Pemilu Presiden

Terlepas dari teori konspirasi yang muncul, al-Baghdadi masih menjadi figur yang misterius bagi publik. Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh pendukung Negara Islam, nama asli al-Baghdadi adalah Abu Dua, Ibrahim bin Awad bin Ibrahim Al-Badri Al-Radawi Al-Husseini Al- Samarra’i.

Al-Bagdhadi adalah mantan guru dan memiliki gelar PhD. Lelaki yang sudah menikah itu dikenal memiliki pengetahuan luas dalam bidang kebudayaan dan Syariah Islam.