[-“g9dsYNSIGxXRCrSLgUlKmqhGdAwZ7NR6”]HARIANACEH.co.id — Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu akan menyelenggarakan sidang perdana dugaan pelanggaran kode etik KPU dan Bawaslu RI di ruang KH M. Rosidi kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin 6, Jumat (8/8/2014) mulai pukul 14.00 WIB.

Dalam pernyataan pers, juru bicara DKPP Nur Hidayat Sardini mengatakan sidang ini terkait Pemilu Presiden 2014 yang digelar secara terintegrasi.

DKPP, katanya, sengaja tidak melaksanakan sidang di ruang sidang DKPP gedung Bawaslu lantai 5. Tujuannya untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung.

“Sidang di luar Ruang Sidang DKPP sudah biasa. Kami pernah juga menggelar sidang di BPPT,” katanya seraya mengatakan ruang Kemenag cukup representatif.

Baca Juga:  Dana KLB Adalah Sumber Dana Revitalisasi Kota Tua

Bertindak selaku ketua majelis Jimly Asshiddiqie dan anggota majelis Nur Hidayat Sardini, Valina Singka Subekti, Anna Erliyana dan Saut H Sirait dengan Teradu masing-masing ketua dan anggota KPU, dan Bawaslu.

Teradu lainnya, Ketua KPU DKI Jakarta Sumarno, Ketua KPU Jakarta Utara Abdul Muin, Ketua KPU Jakarta Pusat Arif Buwono, Ketua KPU Jakarta Timur Nurdin, Ketua dan Anggota KPU Jawa Timur Eko Sasmito, Choirul Anam dan Gogot Cahyo Baskoro. Ketua dan Anggota Panwaslu Banyuwangi Rorry Desrino Purnama dan Totok Hariyanto serta Ketua Panwaslu Sukoharjo pun jadi Teradu.

Sedangkan pihak Pengadu adalah Sigop M Tambunan, Tim Advokasi Independen untuk Informasi dan Keterbukaan Publik, Ir Tonin Tachta Singarimbun, Tim Aliansi Advokat Merah Putih dan Eggi Sudjana, Ahmad Sulhy, Bambang (Gerakan Rakyat Indonesia Baru), Mas Seroso dan Wawan Pribadi.

Baca Juga:  Menteri Lutfi Curhat Soal Gaji Usai Kunjungi Mal Mewah

DKPP juga mengundang tim kampanye Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pihak terkait.