[-“YTjQ2K27xbSife6gqHSWZ7ZCRzJkyOI4”]HARIANACEH.co.id — Indeks saham di kawasan regional terus menurun dan hampir mencapai posisi terendah dalam tujuh minggu terakhir. Investor mulai khawatir dengan keputusan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang mengizinkan serangan udara di wilayah Irak untuk memerangi kelompok militan ISIS.

Akibatnya, investor memilih untuk melepas saham dan membuat indeks di sebagian besar wilayah regional rontok. Saham dengan penurunan paing besar yaitu taiyo Yuden Co yang terjun bebas 8,5 persen dan Nikon Corp anjlok 8,1 persen.

Indeks MSCI Asa Pasifik merosot 0,9 persen ke posisi 144,82 dan sudah berkurang 2 persen di sepanjang minggu ini dan menembus posisi terendah sejak 25 Juni. Pernyataan Presiden Obama yang mengizinkan serangan udara ke Irak untuk mencegah terjadinya pembantaian massal memunculkan sentimen negatif di kalangan pelaku pasar.

Baca Juga:  Inggris Keteteran Kejar Pajak Google Meski Sudah Dibahas di G20

Selain itu, pelaku pasar juga cemas melihat perkembangan terakhir di Ukraina di mana Rusia kemungkinan akan segera melakukan invasi militer.

“Saya khawatir sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat kepada Rusia akan memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi Eropa. Meski demikian, data ekonomi Amerika terus meningkat sehingga akan menguntungkan harga saham di Asia dalam jangka menengah,” kata Stephen Halmarick, analis dari Colonial First State Global Asset Management.

Presiden Bank Sentral Uni Eropa Mario Draghi mengatakan, risiko yang akan muncul dari konflik di Ukraina terus meningkat. Kondisi ini bukan tidak mungkin akan menyamai kondisi ketika masih berlangsungnya era Perang Dingin di era 80-an.

Baca Juga:  Pengusaha Percetakan Rugi Gara-gara UU Pilkada

Penurunam indeks terbesar terjadi di Jepang di mana indeks Topix terperosok 1,6 persen dan indeks Kospi di Korea Selatan juga anjlok 1 persen diikuti indeks Straits Times di Singapura yang melemah 0,8 persen.

Indeks Taeix di Taiwan juga turun 0,7 persen dan indeks S7P ASX di Australia anjlok 0,6 persen disusul indeks NZX 50 di Selandia Baru melemah 0,5 persen. Satu-satunya indeks di kawasan regional yang berada di zona hijau adalah indeks Shanghai Composite di Cina yang bertambah 0,2 persen. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan d Bursa Efek Indonesia juga tidak mengalami banyak perubahan.