DALLAS, HARIANACEH.co.id — Kasus virus mematikan ebola untuk pertama kalinya terdeteksi di Amerika Serikat. Virus yang berkembang di Afrika Barat tersebut dilaporkan menjangkiti seorang pasien di Dallas, Negara Bagian Texas. Pasien yang tidak disebutkan identitasnya itu diduga terjangkit ebola di Liberia, sebelum tiba di AS dua pekan lalu.

[-“DK1d0cbV5g0vfKIog0ZIpmdtHWiAsrXQ”]“Pasien yang melakukan perjalanan dari Liberia ini didiagnosis terpapar ebola saat ia tiba di AS,” kata Thomas Frieden, Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), seperti dikutip BBC, Rabu, 1 Oktober 2014.

Frieden menuturkan pasien yang kini tengah diisolasi di Rumah Sakit Texas Health Presbyterian ini meninggalkan Liberia pada 19 September lalu dan tiba di AS sehari kemudian untuk mengunjungi kerabatnya. Gejala ebola pasien itu terlihat pada 24 September lalu. Empat hari kemudian, ia dimasukkan ke ruang isolasi untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:  Kekurangan Vitamin D Ternyata Berisiko Demensia Bagi Lansia

Kasus di Kota Dallas ini merupakan kasus virus ebola pertama yang didiagnosis di AS. Sebelumnya dilaporkan bahwa tiga relawan AS juga terjangkit ebola setelah menjalani tugas di Afrika. Mereka kemudian dibawa ke AS untuk menjalani pengobatan.

Saat ini, CDC tengah melakukan pengawasan ketat selama 21 hari terhadap semua orang yang berhubungan dengan pasien yang terinfeksi ebola tersebut. Menurut Frieden, anggota keluarga yang berhubungan langsung dengan pasien bisa jadi terjangkit ebola dalam beberapa minggu mendatang.

 

loading...