CALIFORNIA, HARIANACEH.co.id — Negara bagian California melarang penggunaan tas plastik untuk alasan pelestarian lingkungan. Larangan ini diatur dalam undang-undang yang baru disahkan. Pemberlakuan peraturan baru ini dilakukan secara bertahap mulai dari 1 Juli 2015.

[-“7RR4FFmkbF2ZlV4sThpN4bgTevM9dN2E”]Toko yang menjual kebutuhan sehari-hari dan apotik tidak lagi dibolehkan menggunakan plastik sebagai pembungkus barang. Jika aturan ini dilanggar, maka pelakunya didenda US$ 10 sen atau setara sekitar Rp 121 ribu. Dan aturan ini berlaku di seluruh tempat penjualan dengan jenis apapun pada tahun 2016.

Pengecualian penggunaan pembungkus plastik diberlakukan untuk pembungkus daging, buah, dan sayur. Pedagang yang melanggar aturan ini didenda US$ 5.000.

California merupakan negara bagian pertama di Amerika Serikat yang memberlakukan larangan penggunaan pembungkus atau tas plastik dengan alasan pelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Inilah Cara Alami Memanjakan Rambut Anda

Sebenarnya, larangan penggunaan pembungkus plastik sudah diberlakukan di lebih dari 100 kota di Amerika. Namun larangan itu bersifat parsial. Pada tahun 2007, San Fransisco merupakan kota pertama yang melarang penggunaan tas atau pembungkus plastik. Kota-kota lain kemudian mengikuti langkah San Fransisco. Larangan parsial ini diperkirakan akan menuju larangan total dalam beberapa waktu ke depan.

Larangan penggunaan kantong plastik dianggap sangat penting mengingat satu tas plastik dapat mencemari sungai, laut, tanah, pantai, dan berbahaya bagi hewan serta sulit melalui proses pembusukan.

Gubernur California, Jerry Brown, mengatakan bahwa undang-undang ini merupakan keputusan yang tepat. “California akan menjadi yang pertama dalam larangan tas plastik dan tidak akan jadi yang terakhir,” ujarnya seperti dikutip Russia Today, Selasa, 1 Oktober 2014.

Baca Juga:  Anda Pecinta Parfum?, Versi Baru “Chanel No. 5″ Akhirnya Diluncurkan

Ternyata tidak semua lapisan masyarakat setuju akan munculnya peraturan ini. Lee Califf, Direktur Eksekutif dari American Progressive Bag Alliance yang merupakan koalisi produsen tas plastik di California, mengatakan kebijakan larangan penggunaan tas plastik mengesampingkan manfaat publik. Menurut Callif, peraturan tersebut akan mengakibatkan hilangnya mata pencaharian banyak orang dan biaya yang lebih tinggi bagi konsumen.

Perkumpulan ini pun berusaha menggagalkan peraturan larangan penggunaan tas plastik dengan mengajukan referendum. Untuk itu mereka berusaha mengumpulkan 500.000 tanda tangan penolakan dalam jangka waktu tiga bulan. Kemudian tandatangaan yang terkumpul akan diajukan pada bulan November untuk diputuskan oleh pemilih.

 

loading...