HARIANACEH.co.id — Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan seratus anggota jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci disebabkan oleh penyakit bawaan dan faktor kelelahan. “Berdasarkan catatan petugas kesehatan di sana,” ujar Ali seperti lansir laman tempo, Minggu, 5/10/2014.

[-“C3GAvWY45FvWCw0ULR55ffT0TShcGkw4”]Berdasarkan catatan petugas kesehatan, anggota jemaah yang meninggal rata-rata berusia di atas 60 tahun. “Karena dua faktor tadi, kelelahan dan penyakit bawaan,” tutur Ali. Penyakit bawaan yang dimaksud seperti jantung, gagal ginjal, dan tekanan darah tinggi, serta faktor kelelahan karena jadwal yang padat dan cuaca panas.

Tahun ini, jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci dari Indonesia mencapai 155.200 orang dari 371 embarkasi. “Sebenarnya sudah kami ingatkan agar jemaah jangan memaksakan diri apabila sakit,” ujar Ali. Selain itu, petugas kesehatan terus mendampingi jemaah dalam rangkaian ibadah haji. “Jadi, kalau terjadi sesuatu dengan jemaah bisa langsung ditangani,” tuturnya.

Baca Juga:  Abang..!!! Inilah Bentuk Kemesraaan Rumah Tangga ala Rasulullah

Wabah penyakit seperti ebola atau MERS yang sempat ditakuti oleh jemaah haji juga sampai saat ini belum terjadi. “Sangat bersyukur tidak terkena wabah MERS atau ebola,” kata Ali.

Ali berujar, saat ini semua petugas kesehatan berkonsentrasi penuh melayani jemaah. “Pelayanan untuk kesehatan terbaik diberikan sampai jemaah nanti tiba di Tanah Air.”

 

loading...