JAKARTA, HARIANACEH.co.id —Ā Ketua Front Pembela Islam (FPI) Muchsin Alatas mempersilakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk membubarkan organisasinya. “Silakan, kalau dia memang bisa membubarkan FPI,” ujarnya seperti dilansir laman tempo, Senin, 6/10/2014.

[-“TxHFYx7C7kFBBMthlyRAhn41bRn6PIAt”]Muchsin mengingatkan, sebelum Ahok berhasil membubarkan FPI, justru organisasinya yang lebih dulu memakzulkan Ahok sebagai gubernur. Ia mengaku tidak terpengaruh dengan ancaman Ahok itu. Menurut dia, justru pernyataan Ahok itu menguatkan solidaritas sesama anggota FPI lainnya.

Keberadaan FPI, kata Muchsin, sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Ideologi FPI bukanlah anarkis yang ingin merusak nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga:  Sikap Keberanian Rizal Ramli Dipuji Boni Hargens

“Justru kami ini membela di jalan yang benar. Keberadaan kami dilindungi dalam undang-undang,” kata Muchsin.

Sehingga, kata Muchsin, rencana Ahok untuk membubarkan FPI sama sekali tidak beralasan. “Ahok bukan negarawan yang hanya ingin membubarkan ormas karena dasar emosi saja,” ujarnya.

Ahok berencana membubarkan organisasi kemasyarakatan yang bertindak anarkistis saat melakukan unjuk rasa. Rencana ini berkaitan dengan kericuhan yang terjadi saat FPI menggelar demonstrasi menentang Ahok menjadi Gubernur Jakarta menggantikan Joko Widodo. “Prinsip saya, semua ormas yang berlaku anarkistis dan ingin mengubah undang-undang dan Pancasila harus dibubarkan,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin, 6/10/2014.

Ahok mengatakan tugas pertama yang harus diselesaikan kepolisian yakni menemukan dalang intelektual yang membuat massa bertindak anarkistis dalam unjuk rasa pada Jumat, 3 Oktober 2014. Dalam insiden itu, massa FPI melempari halaman gedung DPRD DKI Jakarta dengan batu. Pelemparan itu menyebabkan enam polisi terluka dan kerusakan pada beberapa kendaraan anggota DPRD.

Baca Juga:  Pelaku Pernah di Penjara Kasus Serupa Terkait Sabu 49 Kilo

 

loading...