,

Delapan Desa Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar Terendam Banjir

BANDA ACEH, HARIANACEH.co.id — Laporan hingga pukul 13.30 WIB, Rabu (8/10/2014) sedikitnya delapan desa di Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar terendam banjir dengan jumlah pengungsi yang sudah terdata hampir 200 jiwa. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa sedangkan tim relawan masih tetap siaga, baik personel maupun peralatan.

[-“2FMQxZpkuMjxgfwsIJmC8xx1RJNAYHhn”]Kapolsek Darul Imarah, Iptu Machfud SH melaporkan, sedikitnya ada delapan desa di wilayahnya yang terendam banjir sejak Selasa malam, namun yang sudah terdata jumlah korban termasuk pengungsi dari enam desa. Desa-desa yang terendam umumnya berada di aliran Krueng Daroy dari pegunungan Mataie.

Desa-desa tersebut adalah Gue Gajah dengan jumlah warga yang terimbas 70 KK (sudah mengungsi 50 jiwa di kantor keuchik),  Desa Lambheu 20 KK, Desa Ulee Tuy 64 KK (25 KK mengungsi ke Dayah Darul Fatah), Desa Lamreung 115 KK,  Desa Punie 220 KK.

Ketinggian dan Desa Garot yang merupakan kawasan terparah dengan jumlah yang terimbas 200 KK (100 jiwa mengungsi di TPA depan Masjid Al-fatah Keutapang. Ketinggian air di Desa Garot berkisar 50-100 cm.

Menurut Kapolsek Darul Imarah, upaya penanggulangan korban bencana selain melibatkan BPBD Aceh Besar dan Banda Aceh juga Tim Basarnas dari Kantor SAR Banda Aceh, relawan RAPI, Tim IOF, Muspika Darul Imarah, anggota TNI dari Kodim 0101/BS, dan Polresta Banda Aceh.

“Cuaca masih terlihat belum bersahabat, tim relawan masih tetap siaga mengantisipasi kemungkinan terburuk,” kata Iptu Machfud saat memantau korban banjir di depan Rindam IM Mataie bersama Tim IOF dan relawan RAPI.(*)

 

loading...

Hashim dan Prabowo Dianggap PDI Perjuangan Sebagai Sparring Partner

Biayai Wartawan ke Jerman, Pemda Jateng Dikritik AJI