CALIFORNIA, HARIANACEH.co.id — Twitter kini menjadi situs microblogging terbesar di dunia. Pengguna bebas berceloteh dengan mengetikkan kalimat maksimal 140 karakter sekali tweet. Hal ini menyebabkan Twitter tumbuh menjadi media yang efektif untuk beragam keperluan komunikasi.

Namun, ada fakta lain di balik jutaan celoteh yang bersahutan di Twitter setiap hari.
Berdasarkan data dari Pear Analytics, sebesar 40 persen isi Twitter adalah hal-hal yang tidak penting.

Unek-unek dan kegiatan sehari-hari para tweeps yang remeh-temeh paling dominan di antara jutaan tweet. Pear Analytic menyebut 37 persen isi Twitter adalah obrolan, sedangkan konten bermutu seperti berita hanya 3,6 persen.

Baca Juga:  Kreator Flappy Bird Ditemui CEO Google

Meski begitu, Twitter adalah fenomena di jagat maya. Dalam sebuah laporan yang dirilis pada April 2014, Twitter memiliki 225 juta pengguna aktif per bulan di seluruh dunia. Indonesia merupakan pengguna Twitter terbanyak nomor lima dan menyumbang sekitar 2,4 persen kicauan dari seluruh dunia.

Salah satu investor Twitter sekaligus pendiri Mosaic (web browser pertama di duna), Marc Andreessen, menilai seharusnya Twittter masuk dalam keajaiban dunia nomor delapan. Tahun pertama, kata dia, Twitter hanya digunakan oleh kelompok tertentu di San Fransisco. Hanya berselang enam tahun kini Twitter digunakan di seluruh dunia dan menjadi “sistem saraf pusat” untuk komunikasi publik.

Andreeseen juga mengakui bahwa ia sangat terobsesi dengan Twitter. Bagi insinyur perangkat lunak ini, Twitter sudah seperti mikrofon dan pengeras suara yang dipasang di seluruh dunia.

Baca Juga:  Speaker Bluetooth Leviathan Mini Akhirnya Diluncurkan Razer

 

loading...