NGANJUK, HARIANACEH.co.id — Lebih dari 1.600 jiwa penduduk Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, mengalami kekeringan dan krisis air. Jika tak mendapat pasokan air bersih, warga di lereng Gunung Wilis itu terpaksa berjalan ke dalam hutan untuk mengambil air.

[-“3DhFix95g3TXmrnrzCzRQZOxeke9ELXC”]Kondisi ini dialami 450 kepala keluarga. Hampir setiap tahun pada musim kemarau, mereka selalu mengalami kekeringan parah hingga melumpuhkan aktivitas masyarakat. Ironisnya, meski berlangsung setiap tahun, hingga kini belum ada upaya pemerintah untuk menyelesaikan persoalan ini selain mengirimkan air bersih melalui kendaraan tangki.

Astutik, warga desa tersebut, mengatakan seluruh penduduk, terutama laki-laki, terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dalam hutan yang jaraknya mencapai 5 kilometer dari permukiman. Hal ini cukup melelahkan karena kemampuan membawa air ke rumah tak sebesar kebutuhan untuk konsumsi dan membersihkan diri. “Harus menghemat air,” ujarnya, Kamis, 9 Oktober 2014.

Baca Juga:  2 Warga Biringkanaya Tewas Akibat Ledakan Keras di Makassar

Pada musim kemarau seperti ini, warga setempat banyak berharap pada bantuan pemerintah dan relawan untuk memasok air bersih. Biasanya, pemerintah mengirim air bersih melalui truk tangki secara rutin. Air itulah yang menjadi tumpuan para keluarga untuk memasak. Sedangkan air dari hutan dipergunakan untuk mandi dan mencuci pakaian.

Selain dari pemerintah, bantuan air bersih juga kerap diterima dari relawan. Dua hari lalu, rombongan Pramuka di wilayah Nganjuk, menurut Astutik, juga datang ke desa itu untuk menyumbang air. Mereka membawa 1.000 kardus air mineral, 500 jeriken air bersih, dan enam tangki air yang diangkut kendaraan bak terbuka.

Wakil Bupati Nganjuk Wakid Badrus hanya berjanji mencarikan sumber air terdekat di kampung itu. Pemerintah akan melacak keberadaan sumber air di luar kawasan hutan agar masyarakat tak terlalu jauh berjalan kaki ke hutan. Selama proses pencarian sumber air berlangsung, pasokan air bersih ke desa itu akan terus dioptimalkan. “Semoga ada sumber air terdekat,” katanya.

Baca Juga:  Warga Manggarai Barat Minum Air Kubangan Karena Kemarau

 

loading...