HARIANACEH.co.id — “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”( Al-‘Asr:1-3)

[-“8scpdLPyWSIXJB8542LEL1Wmr3exBGAX”]Setiap potongan waktu adalah momentum.Setiap penggal masa adalah kesempatan. Semacam pelontar yang bisa melemparkan diri kita ke puncak sukses, atau sebaliknya menjungkalkan kita ke jurang kegagalan.

Ada berjuta momentum dari sekian banyak momentum yang ada, tidak saja sekedar saat perayaan, seperti ulang tahun misalnya, atau saat datang hari raya, pergantian tahun, atau saat kita lulus kuliah, saat kita melalui pernikahan.Namun masih banyak momentum yang ada, ketimbang sekedar saat-saat datangnya musim perayaan seperti itu.

Pagi yang menyapa dalam hangatnya adalah momentum. Saat kita memulai hari baru.Adakah ini akan kita isi dengan kebajikan, ataukah dengan kekerdilan? Siang yang terik adalah momentum.Saat tepat bagi kita menenangkan diri termin pertama ibadah siang. Ada jeda untuk mengisi ulang spirit. Saat petang menjelang adalah momentum.Ketika kita mencoba mengakhiri penat. Bertanya kita pada jiwa, adakah hari ini kita telah berkarya? Malam yang sunyi adalah momentum, saat kita merunduk dalam diam. Bertanya kita pada batin yang jujur, apakah hari ini telah kita lewati tangga-tangga menuju kebaikan hidup?

Begitulah, dalam kelebat lajunya yang sangat cepat, waktu dan hidup memberi kita momentum, bahkan pada detik-detiknya.Setiap momentum punya fungsi dan fasenya sendiri.. Tak tergantikan oleh yang lain. Karena HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA. Apa yang jatahnya detik ini, berlaku pula hari ini. Tidak mungkin ditunda sampai besok.

Baca Juga:  Bro-Sist..!!! ini Bedanya Tertarik, Kagum, Suka, Sayang dan Cinta

Masalahnya, kita tidak pernah tahu pada momentum yang mana kita akan sukses atau gagal. Maka, pada setiap potongan momentum dan kesempatan itu kita seperti berjudi. Gagal atau sukseskah? Lancer atau tersendatkah?

Kita tak pernah tahu, apakah sebuah keputusan pada sebuah momentum akan mengantarkan kita kepada kebaikan, pada kejayaan atau kesuksesan. Atau sebaliknya kita akan menuai kegagalan. Momentum hidup memberi kita arti penting sebuah kesempatan, itu sebabnya setiap kesempatan adalah momentum emas. Maka tak ada pilihan lain bagi kita, kecuali memandang setiap momentum itu penting. Setiap momentum itu istimewa.Setiap kesempatan itu berharga. Momentum dalam hidup seperti sebuah batu loncatan. Tempat kita menghentak unuk melompat lalu mendapatkan daya dorong baru, kekuatan baru, dan mengahasilkan karya baru.

Yang lebih penting dari itu semua, adalah memaknai seluruh rentang hidup ini sebagai momentum.Detik demi detiknya. Hari demi harinya. Orang yang hanya bergantung pada momentum-momentum seremonial yang langka, akan menjadi sangat miskin kesempatan. Bila hanya ulang tahun saat memperbaiki diri, alangkah sedikitnya kesempatan menjadi baik.Atau saat momen-momen tertentu, seperti pada saat tahun baru, setelah dewasa nanti, atau saat-saat lulus sekolah dan kuliah. Maka alangkah sedikit dan miskinnya kita akan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Inti membangun kehidupan kita adalah hari ini.Hari inilah saat sesungguhnya. Saat kita beramal dan menabung amal saleh.Jika kita berada di pagi hari, janganlah menunggu sore tiba. Hari inilah yang akan Kita jalani, bukan hari kemarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukannya, dan juga bukan esok hari yang belum tentu datang. Hari yang saat ini mataharinya menyinari kita, dan siangnya menyapa kita.

Baca Juga:  Si Dia Masih Memikirkan Mantannya, Inilah Tanda-tandanya

Pada hari ini pula, sebaiknya kita mencurahkan seluruh perhatian, kepedulian dan kerja keras. Dan pada hari inilah, kita harus bertekad mempersembahkan kualitas shalat yang paling khusyu’, bacaan al-Qur’an yang sarat tadabbur, dzikir dengan sepenuh hati, keseimbangan dalam segala hal, keindahan dalam akhlak, kerelaan dengan semua yang Allah berikan, perhatian terhadap keadaan sekitar, perhatian terhadap kesehatan jiwa dan raga, serta perbuatan baik terhadap sesama.

Pada hari dimana kita hidup saat inilah sebaiknya kita membagi waktu dengan bijak. Jadikanlah setiap menitnya laksana ribuan tahun dan setiap detiknya laksana ratusan bulan. Tanamlah kebaikan sebanyak-banyaknya pada hari itu. Dan, persembahkanlah sesuatu yang paling indah untuk hari itu. Ber-istighfar-lah atas semua dosa, ingatlah selalu kepada-Nya, bersiap-siaplah untuk sebuah perjalanan menuju alam keabadian, dan nikmatilah hari ini dengan segala kesenangan dan kebahagiaan!

Setiap kali kita melewati sepotong waktu, serentang masa, kita harus mengerti, bahwa itulah kesempatan yang sangat berharga. Ini adalah momentum yang bias menghantarkan kita kehamparan bahagia, atau himpitan sengsara. Setiap kali waktu dating ia meminta haknya, saat itu juga. Sebab, HIDUP TAK MENGENAL SIARAN TUNDA.

loading...