JAKARTA, HARIANACEH.co.id —┬áKepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, mengatakan jamaah yang telah tiba di tanah air akan mendapat Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jamaah Haji.

[-“VZAm3HV0ZnOUyi1hUBBcqzcDhEOikto9″]”Kartu ini untuk mengawasi kesehatan jamaah setelah tiba di tanah air sampai 3 minggu ke depan,” ujar Tjandra seperti dilansir laman tempo┬áKamis, 9 Oktober 2014.

Menurut Tjandra, melalui kartu ini, jamaah akan terus diawasi kesehatannya. Pengawasan ini penting untuk mengetahui apakah mereka benar dalam kondisi sehat dan tubuhnya telah beradaptasi lagi dengan suhu di tanah air. “Makanya kami berikan hingga tiga pekan setelah sampai di Indonesia,” ujar Tjandra.

Baca Juga:  Inilah Manfaat Buah Bawang untuk Kecantikan Anda

Jamaah yang telah memegang kartu ini dapat terus mengecek kesehatannya ke petugas kesehatan di kloter masing-masing. “Jadi memang tetap diawasi oleh pertugas kesehatan kloter masing-masing.”

Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti, mengatakan jemaah harus terus aktif memeriksakan diri ke petugas kesehatan setelah sampai tanah air. “Harus rajin periksa dan konsultasi kalau badan merasa tidak sehat,” ujar Ali saat dihubungi Tempo.

Apabila ternyata ada jamaah terdeteksi, terkena penyakit atau wabah dari tanah suci diminta menginformasikan agar bisa segera ditangani. “Biaya akan ditanggung pemerintah tapi harus petugas kesehatan di kloter yang merujuk,” kata Ali.

 

loading...