HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Thermal Scanner Dipasang Sambut Kedatangan Jemaah Haji Indonesia

3

JAKARTA, HARIANACEH.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama mengatakan sejumlah thermal scanner (pemindai suhu tubuh) akan dipasang di tempat-tempat tertentu menjelang kedatangan jemaah haji ke Tanah Air.

[-“9FiKNV4D0bT2OHmBTrzrv9p22jpW9MPJ”] ”Bisa dipasang di bandara kedatangan atau di asrama haji tempat jemaah kembali berkumpul sementara, tergantung alur kedatangan jemaah,” ujar Tjandra seperti dilansir lamantempo, Kamis, 9/10/2014.

Menurut Tjandra, pemasangan thermal scanner dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran wabah, seperti MERS dan ebola. “Karena jemaah baru kembali setelah sekitar satu bulan berada di Tanah Suci,” ujar Tjandra.

Mulai hari ini, 9 Oktober 2014, jemaah haji akan kembali ke Tanah Air setelah sekitar satu bulan menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Jemaah haji dari kelompok terbang 1 adalah yang pertama datang. Kepulangan jemaah diperkirakan akan terus berlangsung sampai akhir Oktober.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan thermal scanner dipasang untuk melihat kondisi kesehatan jemaah haji yang baru datang dari Tanah Suci. “Untuk jaga-jaga, seperti apa kondisi suhu tubuh jemaah,” ujar Ali saat dihubungi Tempo.

Menurut Tjandra, pemasangan pemindai suhu tubuh ini merupakan kelanjutan dari program Kementerian Kesehatan untuk memberikan pelayanan sampai jemaah haji tiba di Tanah Air. “Jadi, yang memasang Kemenkes,” kata Tjandra.

Pemasangan alat ini dilakukan atas kerja sama pengelola bandara dan instansi terkait. “Misal kalau dipasang di asrama haji, ya, kerja sama dengan asrama haji tersebut,” ujar Tjandra.

Bandara yang mungkin akan dipasangi alat ini, antara lain, di Jakarta, Solo, dan Surabaya. Pemasangan di asrama haji dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan jemaah haji langsung ke asrama tersebut begitu turun dari pesawat.

Berdasarkan catatan petugas kesehatan, sampai saat ini memang tidak ada anggota jemaah yang terkena wabah ebola atau MERS di Arab Saudi. Anggota jemaah yang sakit atau meninggal di sana disebabkan oleh penyakit bawaan dan kelelahan. Ebola ataupun MERS tidak mewabah di Tanah Suci walau sempat membuat khawatir jemaah.

“Akan tetapi, harus tetap dicek walau sudah di Tanah Air, sampai benar-benar bebas wabah,” ujar Tjandra.

 

loading...