HARIANACEH.co.id — Ketika kita mencari perusahaan hosting untuk mempublikasikan web atau membuat e-mail perusahaan, tentu saja yang menjadi pertimbangan adalah keunggulan yang ditawarkan. Standard umum yang membatasi sebuah paket hosting adalah jumlah space dan limit bandwidth. Namun hampir pasti semua perusahaan hosting menawarkan uptime yang tinggi bahkan memberikan garansi.

Apa Itu Hosting Uptime?

Hosting uptime adalah lama waktu sebuah server hosting dapat memberikan layanannya kepada pelanggan. Nilai uptime biasanya diukur dengan persen, misalnya 98% atau 99.99%. Uptime sering menjadi patokan kualitas sebuah web hosting, karena dengan melihat waktu uptime kita jadi tahu seberapa lama server bisa berjalan tanpa interupsi/gangguan. Semakin tinggi uptime, semakin baik pula kualitas hosting tersebut. Nilai tertinggi uptime adalah 100%, yang berarti tidak pernah terjadi gangguan pada server tersebut.

Jika uptime yang ditawarkan adalah 99% per bulan, maka berarti jika ada downtime di atas 1% x 30 x 24 jam (7,2 jam), maka Anda baru dapat mengklaim perusahaan tersebut. Web host menawarkan 99.9% uptime yang berarti tidak akan ada downtime kurang dari 2 menit perharinya.

Sebenarnya 100% adalah angka yang sangat sulit dipenuhi karena server pasti pernah mengalami gangguan. Kebanyakan provider hosting memberikan uptime 100% dalam artian mereka akan memberikan kompensasi bagi member yang pernah mengalami downtime. Misalnya website anda mengalami down selama 2 hari, maka pihak hosting akan memperpanjang masa kontrak hosting anda selama 2 hari.

Mengapa Uptime Web Hosting Penting?

Jaminan uptime layanan hosting menjadi sangat penting karena hal ini menyangkut reliabilitas layanan. Bayangkan jika pada jam kerja, kita harus mengirim atau menerima e-mail namun server hosting tersebut down? Tentu saja kita akan dirugikan.

Kebalikan uptime adalah downtime. Misalkan website Anda ternyata tidak dapat diakses selama 2 jam, berarti web hosting Anda mengalami downtime selama 2 menit.

Jenis Downtime

  • Planned Downtime (downtime terencana)
    Sesuai namanya, downtime yang akan dialami pelanggan sudah direncanakan sebelumnya. Misalkan ketika sebuah perusahaan hosting akan mengupgrade hardware server atau me-restart server karena ada upgrade software yang membutuhkan restart.
  • Semi Planned Downtime (downtime semi terencana)
    Semi Planned Downtime biasa dilakukan karena secara mendadak namun terorganisir. Misalkan web server yang digunakan memiliki versi PHP 4.x.x dan ternyata versi tersebut memiliki lubang keamanan. Maka dilakukanlah upgrade versi PHP dan selama upgrade tersebut kemungkinan layanan akan terganggu selama beberapa menit saja.
  • Unplanned downtime (downtime tidak direncana)
    Unplanned downtime biasanya disebabkan karena server overloaded kemudian mengalami hang atau beberapa masalah terjadi pada kinerja hardware seperti misalkan modul RAM rusak atau ethernet mati.
Baca Juga:  Internet Dihebohkan Lagi dengen Beredarnya Video Kekerasan Siswa SD

Garansi Uptime

Anda mungkin sudah sering melihat garansi uptime 99.9% yang ditawarkan oleh provider hosting. Klaim ini merupakan sarana promosi yang cukup efektif, terlepas dari benar tidaknya mereka memberikan uptime hingga 99.9%. Salah satu cara untuk membuktikan pernyataan mereka adalah Anda periksa sendiri dengan tool khusus. Atau Anda bisa meminta laporan uptime dari provider hosting bersangkutan.

Nilai uptime terkadang menyesatkan. Jika Anda melihat angka 99.9% uptime mungkin terlihat sangat tinggi. Namun itu berarti ada sekitar 1% waktu downtime. Dan jika 1% tersebut dihitung dengan basis 1 tahun (365 hari), maka akan terjadi downtime kira-kira 8 jam dalam setahun. Nilai lain misalnya, 98% uptime berarti terjadi downtime selama 7 hari dalam setahun, 99% = 4 hari downtime/tahun, 99.5% = 2 hari downtime/tahun.

Semua server pasti akan mengalami downtime, namun waktu dan frekuensinya tergantung dari jenis dan kualitas server tersebut. Perhitungan matematisnya silakan Anda lakukan sendiri. Coba Anda hitung berapa keuntungan Anda dalam sehari, kemudian kalikan dengan lama downtime dalam setahun. Maka segitulah potensi kerugian Anda. Memilih web hosting yang memiliki track record uptime buruk tidak hanya akan merugikan Anda dari segi bisnis, namun juga akan membuat visitor Anda kapok. Sekali dua kali tidak apa-apa mereka tidak bisa mengakses website Anda, namun jika terjadi berkali-kali mereka tidak akan kembali lagi.

Baca Juga:  Bersiaplah, Xiaomi Akan Segera Luncurkan MIUI ROM v7.2

Ketika Anda memutuskan untuk menggunakan web hosting, sebaiknya lihat dulu garansi uptime yang diberikan. Minimal perusahaan tersebut menawarkan uptime 99%, lebih tinggi lebih baik. Dan sebaiknya Anda tidak lansung percaya dengan penawaran yang diberikan. Silakan Anda teliti terlebih dahulu kebenaran penawaran tersebut, caranya adalah membaca komentar dari orang yang pernah menggunakan hosting tersebut. Jika masih belum yakin, Anda bisa membaca review dari berbagai situs review hosting. Mereka biasanya memberikan pernyataan objektif karena sudah pernah menggunakan layanan tersebut sebelumnya.

Berikut adalah beberapa hal terkait waktu uptime:

  • Berapa lama downtime masih bisa ditoleransi? Tidak ada patokan yang pasti untuk ini. Namun menurut pengalaman, jika dalam sebulan anda mengalami downtime lebih dari 3.5 jam, itu sudah sangat buruk. Lebih dari itu sebaiknya anda bersiap untuk berpindah/migrasi hosting.
  • Masalah pada server. Serbuah server bisa mengalami kerusakan yang tiba-tiba sehingga pihak hosting perlu segera memperbaikinya. Masalah lain yang sering terjadi adalah upgrade hosting, sehingga server tersebut perlu dinonakfitkan selama proses upgrade. Jika sudah begini, mau tidak mau website Anda akan terkena imbasnya. Namun provider hosting yang baik tidak akan membiarkan kliennya mengalami down lebih dari 4 jam. Jika pun perbaikan memerlukan waktu yang lama, mereka akan mempertimbangkan untuk memindahkan klien ke server lain untuk sementara.
  • Pengembalian uang. Ada beberapa hosting yang memberikan kompensasi jika terjadi downtime. Anda bisa mempertimbangkan untuk memakai layanan hosting ini.
  • Laporan masalah. Kompensasi terhadap downtime biasanya hanya berupa pengembalian uang. Namun ada beberapa hosting yang bersedia untuk memberikan laporan spesifik tentang downtime. Ini adalah ide yang baik mengingat konsumen berhak mengetahui segala hal tentang produk/jasa yang dibelinya.

Dari jenis downtime tersebut di atas jelas bahwa sebuah web hosting tidak dapat terbebas dari downtime karena mereka harus melakukan maintenance terhadap servernya juga. Jadi ketika sebuah web hosting memberikan garansi uptime 100%, kesimpulannya hampir pasti omong kosong…

loading...