BANDUNG, HARIANACEH.co.id — Indonesia menjadi tuan rumah konferensi dua tahunan International Student Energy Summit (ISES) di Bali. Terpilihnya Indonesia berdasarkan seleksi tema dan isu yang disodorkan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) kepada Dewan Penilai ISES.

[-“mUBzwf3ZSpzz49IXhWtnnAGXiU6FXX0u”]”Temanya ‘Connecting the Unconnected’, di antaranya soal akses energi penduduk dan menghubungkan isu energi di negara maju dan berkembang,” kata ketua acara, Hilman Syahri Fathoni, di gedung Rektorat ITB, Jumat, 10/10/2014.

Menurut Hilman, konferensi ini pertama kali diadakan di Asia Tenggara dan negara berkembang sebagai tuan rumahnya. Sebelumnya, pertemuan dihelat di negara maju, seperti Kanada dan Norwegia. “Bahasan energi alternatif, seperti biogas untuk negara berkembang dan subsidi bahan bakar, menjadi topik perdana nanti,” kata mahasiswa teknik geologi ITB itu.

Baca Juga:  Bos BlackBerry Sebut Dirinya Sama dengan Steve Jobs

Isu energi krusial lainnya dalam konferensi tersebut, antara lain, soal menyediakan energi tanpa merusak lingkungan, inovasi teknologi energi, dan dinamika energi global. “Kita juga akan mengkritisi pemerintah dari produksi hingga penyediaan energi ke warga,” Hilman menambahkan.

Peserta konferensi juga akan berkompetisi untuk mencari solusi terkait dengan kasus energi yang terjadi di masyarakat, serta membuat media sosial untuk kampanye energi dan pengetahuan tentang energi baru. Konferensi itu dihelat di Bali pada Juni 2015 mendatang. Mahasiswa yang mendaftar kini sebanyak 768 orang dari 78 negara.

Wakil Rektor ITB Bidang Akademik Kadarsah Suryadi menambahkan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah melewati perjalanan panjang selama dua tahun. Dimulai dengan pengiriman proposal tema mahasiswa ITB ke Dewan Penilai Student Energy, melengkapi dokumen, serta bersaing dengan 15 kampus sedunia. Pada babak akhir seleksi, Indonesia bersaing dengan Belanda.

Baca Juga:  Dong Nguyen Akhirnya Bicara Jujur Soal "Flappy Bird"

“Untuk biaya dan penyelenggaraan, ITB bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Energi dan Sumber Daya Mineral, Pertahanan, serta industri energi,” kata Kadarsah.

Student Energy yang dibentuk sekelompok mahasiswa University of Calgary, Kanada, pada 2009, kini menjadi gerakan global mahasiswa. Pada ISES pertama, mereka mendatangkan ahli dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada para mahasiswa. Dari acara itu, mahasiswa dari 30 negara kemudian sepakat mengusung isu pemanfaatan energi berbasis lingkungan hidup.

 

loading...