SUKOHARJO, HARIANACEH.co.id — Tim penyidik Kepolisian Resor Sukoharjo, Jawa Tengah, masih kesulitan untuk menentukan keterlibatan Paku Buwana (PB) XIII dalam kasus human traficking dengan tersangka Watik. Hingga saat ini polisi belum menemukan bukti kuat bahwa PB XIII merupakan pembeli yang telah menyebabkan kehamilan AT, 16 tahun.

[-“gzlf0W4XCdeoijAT5bFJ6LTF0HeHF4ZR”]Polisi mengaku telah memeriksa setidaknya 10 saksi dalam kasus tersebut. “Keterangan yang merujuk pada PB XIII hanya dari korban,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukoharjo, Inspektur Satu Fran Delanta Kembaren, Jum’at, 10/10/2014. Polisi juga belum mendapat barang bukti lain yang bisa memperkuat keterangan tersebut.

Menurut Fran, pihaknya sebenarnya telah menyita peralatan CCTV yang berada di hotel yang menjadi tempat kejadian perkara. Hanya saja, data rekaman saat kejadian sudah terlanjur terhapus. “Rekaman terhapus setiap dua bulan sekali,” katanya. Padahal, korban melaporkan kejadian itu setelah tiga bulan dari kejadian

Baca Juga:  Ketum PKB: Partai Pendukung Koalisi Jokowi akan Bertambah

Polisi sudah meminta bantuan laboratorium forensik untuk melakukan pemulihan data. “Tapi hasilnya negatif,” katanya. Data rekaman itu sudah tidak bisa dikembalikan lantaran sudah tertumpuk beberapa data rekaman baru.

Selain itu, polisi juga mencoba mengusut mobil yang digunakan untuk menjemput korban saat kejadian. “Kami hanya memperoleh keterangan berupa warna mobil dan pelat nomor,” katanya. Namun, polisi tidak memperoleh data kepemilikan mobil lantaran pelat nomor yang disebutkan korban tidak teregistrasi.

“Ada beberapa kemungkinan terkait data kepemilikan yang tidak ditemukan itu,” kata Fran. Kemungkinan pertama, mobil berwarna putih itu menggunakan plat nomor palsu. Kemungkinan lain, saksi tidak menyebutkan pelat nomor secara benar lantaran lupa atau tulisannya yang tidak jelas.

Baca Juga:  Revisi UU KPK Mentah-Mentah Ditolak Partai Gerindra

Pemeriksaan semakin sulit lantaran PB XIII tidak menghadiri pemeriksaan lantaran mengaku sedang sakit. Selain itu, korban dalam kasus ini, AT juga masih terguncang dan dalam kondisi hamil tua. “Meski demikian kami akan berusaha keras untuk mengungkap kasus ini,” kata Fran.

Pengacara PB XIII, Ferry Firman Nurwahyu, menyatakan kliennya mengaku tidak mengenal AT. “Sudah saya tanya, ternyata PB XIII tidak mengenal AT,” kata Ferry. Hanya saja, dia mengaku belum mendapat informasi lain dari kliennya itu lantaran keterbatasan kemampuan bicara yang diidap PB XIII karena stroke.

 

loading...