HARIAN ACEH INDONESIA
HARIANACEH.co.id

Bangun Aceh, Wali Naggroe, Ulama, Akademisi Serta Tokoh Masyarakat Rumuskan Peradaban Aceh, Dinul Islam dan Kawal Perdamaian

2

BANDA ACEH, HARAIANACEH.co.id — Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud Al-Haythar sebagai pemersatu masyarakat Aceh dalam forum silaturrahmi dengan para ulama, akademisi dan pemuka masyarakat.

[-“oNdTkDF9igxEWZwVTjX3h2mwe4OcHZgv”]Dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat bersama para ulama, akademisi, cerdik pandai, pemuka masyarakat dan para pemangku kepentingan   untuk bersatu dalam membangun Aceh kedepan.

Dalam kesempatan itu Wali juga mengemukakan tantangan Aceh kedepan antara lain :

  1. Masih banyak rakyat Kita yang belum layak hidupnya.
  2. Sumber daya Alam yang kita miliki belum sepenuhnya dapat dinikmati oleh rakyat secara adil dan berkelanjutan.
  3. Pranata sosial Peradaban Aceh yang semakin hari semakin tenggelam.
  4. Dan Kebanggaan Kita sebagai orang Aceh yang semakin rendah.

Sejalan dengan sambutan Wali Nanggroe, Gubernur Aceh dalam sambutannya juga mengemukakan bahwa ini adalah forum yang sangat baik untuk memikirkan Aceh yang lebih baik, sejahtera dan bermartabat. Gubernur menaruh harapan besar kepada para ulama, akademisi dan pemuka masyarakat untuk dapat melahirkan pemikiran-pemikiran yang konstruktif, inovatif dan berdasarkan kepada amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

Forum ini menghasilkan 3 kesepakatan utama yang harus dijalankan oleh Lembaga Wali Nanggroe

1. Dalam hal meninggikan dinul islam

  • Kesamaan visi dan misi Kita, pembagian peran sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab, serta sinergisitas ulama dengan umarah adalah kunci dari penerapan dinul islam secara kaffah
  • Penerapan Dinul Islam mencakup IMAN, ISLAM,  TAUHID, MA’RIFAH
  • Dinul Islam  harus dapat menjawab permasalahan keadilan social, keadillan ekonomi, keadiilan politik, perdamaian, rasa aman, dan meningkatkan kemartabatan Kita sebagai bangsa yang beradab.
  • Media massa harus dapat menjadi sarana komunikasi penerang dan pemersatu dalam penerapan dinul islam secara kaffah
  • Keluarga, meunasah/mushalla, dayah, Mesjid dan lembaga-lembaga pendidikan umum, kejuruan dan pendidikan agama baik formal dan atau non formal harus menjadi pusat pengembangan/pendalaman dinul Islam dalam meningkatkan kemampuan  kecerdasan intelektual, emosional (berakhlak mulia/budi pekerti) dan spiritual.
  • Aceh harus kembali menjadi SERAMBI MEKKAH : menjadi  Pusat Peradaban Islam; Agama  yang menenbar syiar Perdamaian, dan atau rahmatanlilalamin.
  • Penerapan Dinul Islam dalam pembangunan Aceh harus berbasis pada pendekatan “ACEH LEE SAGO” dengan memperhatikan keseimbangan antar wilayah, memperkuat pagar-pagar kehidupan rakyat, dan mencerminkan keragaman adat-istiadat.
  • Mendirikan dan membangun/memperkuatkan lembaga perekonomian Aceh yang Islami.

2. Berkaitan dengan pengembangan peradaban Aceh sebagai bagian dari peradaban Indonesia dan Dunia perlu dilakukan hal-hal:

  1. Peradaban Aceh bersumber dari Dinul Islam sebagaimana yang pernah dilaksanakan sejak zaman kerajaan Iskandar Muda.
  2. Dalam pengembangannya Peradaban Aceh harus berpegang pada prinsi-prinsip;
    • Perlindungan
    • Harmonisasi
    • Ukhuwah Islamiah
    • Amal ma’ruf nahi mungkkar
  3. Perdaban Aceh dalam pengembangannya harus INKLUSIF dan menghormati nilai-nilai peradaban bangsa lainnya
  4. Cerminan Peradaban Aceh dilihat dalam keteladanan pemimpin, harmonisasi kehidupan social, keadilan ekonomi dan system pemerintahan Aceh yang amanah.
  5. Peradaban aceh harus dapat menjadi kekuatan Aceh memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Global.
  6. Lembaga Wali Nanggroe diharapkan menjadi pendorong dan pengawal/pembina peradaban Aceh

3. Terkait dengan perdamaian Aceh

  • Keberhasilan perdamaian Aceh harus menjadi model dan kontribusi Aceh dalam mempromosikan Perdamaian Dunia
  • Pembangunan Aceh harus berbasis pada pengarustamaan perdamaian; tidak menimbulakn konflik sosial, konflik alam/lingkungan hidup, konflik ekonomi dan politik.
  • Perdamaian Aceh menjadi Komitmen Kita bersama untuk Membangun Aceh kedepan.
  • Lembaga Wali Nanggroe diharapkan menjadi pengawal dan perawat perdamaian

Terkait dengan perdamaian forum menyepakati bahwa lembaga Wali Nanggroe menjadi lokomotif pengawal perdamaian Aceh dan ikut menjaga perdamaian dunia.

Kesepahaman diatas masih akan diperdalam, dipertajam dan dirumuskan menjadi road map Lembaga Wali Nanggroe untuk 20 tahun kedepan.

Berkembang juga dalam forum gagasan yang baik menyambut momentum 10 tahun tsunami Wali Nanggroe diminta untk memberikan penghargaan tertinggi Aceh kepada Negara-negara sahabat dan lembaga-lembaga nasional dan international dalam rehabilitasi dan rekontruksi Aceh pasca tsunami.

Wali menyambut baik gagasan ini dan segera akan memberikan penghargaan tertinggi Aceh dalam bidang Humanitarian Aid .

Demikian juga halnya pada 10 tahun perdamaian Aceh Wali Nanggroe akan memberikan penghargaan tertinggi Aceh kepada Negara sahabat, lembaga internasional, lembaga national dan para tokoh masyarakat yang terlibat dalam keseluruhan proses perdamaian Aceh.

Berikut dibawah ini Daftar Para Ulama, Tokoh Masyarakat dan Kaum Akademisi yang hadir pada acara yang diselenggarakan oleh lembaga Wali Naggroe Provinsi Aceh:

Tgk. H. M. Ali Kayee Lheue Aceh Besar
Tgk. H. Marhaban Adnan Aceh Selatan
Sulaiman Abdul Razak Aceh Tamiang
Drs. Tgk. Mahmud Ibrahim, MA Aceh Tengah
Ir. H. T. Syarifuddin Aceh Tenggara
Tgk. Muhammad Nur Ibrahim (Abu Keunire) Aceh Timur
Waled Nuruzzahri Aceh Utara
DR. Eka Sri Mulyani Banda Aceh
DR. Fakhrul Jamal Banda Aceh
DR. Nurjanah Ismail, MA Banda Aceh
DR. Suraiya IT, MA Banda Aceh
Drs. Raihan Putri Banda Aceh
Ziauddin Ahmad, S.Ag Banda Aceh
Prof. DR. Tgk. Azman Ismail, MA Banda Aceh
Prof. Drs. Yusny Saby, MA, Ph.D Banda Aceh
Tgk. H. Faisal Ali Banda Aceh
Tgk. H. Ramli Sulaiman Aceh Timur
Tgk. M. Yusuf (Tusop) Bireun
Tgk. H.M. Kasem Abdullah Blangkeujeuren
Marsda (Purn) T. Syahril Jakarta
Prof. DR. Syamsuddin Mahmud Jakarta
Tgk. H. Syamaun Risyad Lhokseumawe
Drs. Tgk. H. M. Nur Hasballah Pidie
Tgk. Syafei Pidie
Tgk. Tarmizi Pidie jaya
Tgk. H. Abdussalam AK Singkil
Abu Matang Peureulak Aceh Timur

 

loading...