JAKARTA, HARIANACEH.co.id — Nama Managing Director (Direktur Pelaksana) Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan mencuat dalam seleksi calon menteri ekonomi kabinet pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.

[-“GU7xE3uV2gFcTJcUyTeQhzoNsZ9KrFzK”]Menurut orang yang dekat dengan lingkaran dalam Jokowi, Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II 2009-2010, Sri Mulyani, kemungkinan besar akan diplot menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. Sedangkan Bambang, yang menjadi Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2013, akan menjadi Menteri Keuangan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Dermawan Wintarto Martowardojo juga disebut-sebut sebagai calon kuat Menteri Keuangan. Agus pernah menjadi Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II 2010-2013 menggantikan Sri Mulyani di Lapangan Banteng.

Jonan, yang kariernya kian moncer lantaran dianggap berhasil membenahi PT KAI, bakal ditaruh di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

Baca Juga:  Pimpinan KPK Ditemui 3 Anggota Tim Independen

Ketua Tim Transisi Jokowi-Kalla, Rini Mariani Soemarno, juga hampir dipastikan masuk jajaran kabinet pemerintah Jokowi-Kalla. Orang yang dekat dengan lingkaran jokowi itu menambahkan, semula Rini bakal ditaruh menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. “Dalam perkembangan terakhir, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong 2001-2004 (pemerintah Megawati Soekarnoputri) itu akan menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat,” kata orang itu.

Selain itu, presiden terpilih Joko Widodo ada kemungkinan masih akan memakai Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam jajaran menteri ekonomi kabinetnya. Nama Kuntoro Mangkusubroto (Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan Pengendalian Pembangunan) serta Sofyan Djalil (Menteri BUMN 2007-2009) juga santer disebut-sebut.

Jokowi tak membantah atau membenarkan saat Tempo menyebut nama-nama ini sebagai calon kuat menteri-menteri ekonominya. “Nanti saja,” katanya kepada Tempo, Kamis pekan lalu. Ia enggan mengomentari kemungkinan Sri Mulyani diplot menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. Jokowi mengaku belum menempatkan nama-nama calon pada kementerian tertentu. “Belum final semuanya, nanti saja.”

Baca Juga:  PDIP Ucapkan Terima Kasih, Publik Semakin Percaya Partai Ini

Sejumlah sumber lain menyebutkan Jokowi sudah mengontak langsung Sri Mulyani dan menawarinya masuk kabinet. Sedangkan wakil presiden terpilih Jusuf Kalla mengakui sudah bertemu dengan Sri Mulyani dua kali, salah satunya di Washington, DC, Amerika Serikat, pada pertengahan Agustus lalu.

Menurut Kalla, ia melobi Sri Mulyani, yang akan diplot menjadi Menteri Koordinator Perekonomian. “Tapi kami belum memutuskan,” kata Kalla saat ditemui Tempo di rumahnya di Jalan Brawijaya, Jakarta, Rabu pekan lalu.

Sri Mulyani sendiri, saat dimintai konfirmasi Tempo lewat pesan di WhatsApp, hanya membalas, “Tidak mau mengomentari soal ini.” Begitu pula Bambang Brodjonegoro, tak mau menanggapi saat dicegat di kantor Kementerian Keuangan.

Sebelumnya, Jokowi mengumumkan jumlah kementerian dalam kabinetnya ada 34, yang terdiri atas 16 dari profesional partai dan 18 dari profesional murni.

 

loading...