HARIANACEH.co.id — Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Jawa Timur, melarang lembaga pendidikan penerima Bantuan Operasional Sekolah untuk membuka les atau kursus dengan sistem berbayar kepada anak didiknya.

[-“MzN26lxRZzXJQXq5wlMG2gtr12teaiHC”]”Apalagi tempat kursus masing-masing di lingkungan sekolah memakai fasilitas sekolah sangat dilarang,” kata Kepala Bidang Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan Sampang, Arief Busiansor, Rabu, 15 Oktober 2014.

Larangan tersebut, lanjut dia, telah tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Arief meminta semua sekolah mematuhi larangan tersebut dan larangan tersebut berlaku untuk tingkatan pendidikan di Sampang baik negeri maupun swasta.

Baca Juga:  Tomy Winata Kunjungi Menteri Susi Pudjiastuti

“Saya kira tidak ada sekolah di sampang yang tidak menerima BOS, jadi larangan ini harus dipatuhi,” ujar dia.

Sementara itu, terkait ada guru sekolah yang membuka kursus atau les di luar jam sekolah. Arief mengatakan tidak akan dilarang dengan catatan kursus tersebut tidak dipaksakan kepada siswa. “Tidak boleh juga adakan les mengatasnamakan sekolah,” katanya lagi.

Jika ada yang melanggar, Arief menegaskan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi tegas kepada sekolah yang menyelenggarakan kegiatan semacam itu.

 

loading...