HARIANACEH.co.id — Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais enggan berkomentar soal manuver politik bumi hangus yang dilakukan koalisi Prabowo untuk menguasai DPR dan MPR serta DPRD. Amien mengatakan, hingar-bingar kompetisi politik Pemilu sudah berakhir.

[-“TgUF84yoUO9xYQ7YwKlEGNUYAk6dkNuX”]”Jadi gini, saya ingin menyampaikan, sekarang ini, menurut saya itu suasananya sudah sangat kondusif. Jadi hingar-bingar kemarin sudah selesai,” katanya saat ditemui wartawan di lantai 20 Gedung Nusantara III, Rabu, 15 Oktober 2014.

Tanggal 20 Oktober 2014 nanti, katanya, presiden dan wakil presiden yang baru akan dilantik. “Setelah itu proses politik biasa.”

Sebelumnya, Koordinator Divisi Monitoring dan Analisis Anggaran ICW Firdaus Ilyas menganggap koalisi pendukung Prabowo sedang menjalankan strategi bumi hangus. Ilyas mengatakan suasana pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan sarat dengan kooptasi kepentingan politik dari koalisi. “Jangan sampai terjadi pemanfataan kekuasaan untuk melancarkan strategi bumi hangus,” ujar dia kepada Tempo, Ahad, 14 September 2014.

Baca Juga:  Di Depan Pintu 9 Senayan Tergeletak Sesosok Mayat

Menurut Ilyas, Koalisi Merah Putih terlihat ingin menguasai suprastruktur kelembagaan negara untuk memperkuat posisi. “Sebagai pihak yang kalah, Koalisi Merah Putih berupaya mengamankan posisi dengan menguasai lembaga-lembaga strategis,” ujar Ilyas. Setelah berupaya menguasai parlemen dengan UU MD3, ujar Ilyas, koalisi terus berupaya melalui RUU Pilkada dan BPK.

Ilyas mengatakan aroma mengambil alih instrumen kenegaraan semakin mengental. Dengan menguasai lembaga pengawasan, kata Ilyas, memberikan keuntungan bagi koalisi untuk menjegal kebijakan pemerintahan yang akan datang. “Akan berbahaya jika lembaga pengawasan disalahgunakan sebagai alat politik untuk menekan atau mengamankan partai.”

 

loading...