HARIANACEH.co.id — Wakil Presiden Boediono meluncurkan Kuliah Dalam Jaringan (Daring) Indonesia Terbuka Terpadu yakni pembelajaran berbasis teknologi dan informasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Rabu, 15 Oktober 2014.

[-“4DfBtPQohK0psGP6DGZUMFYYEFTwufFZ”]Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, layanan kuliah berbasis internet ini diluncurkan guna menjawab terbatasnya kapasitas perguruan tinggi dipelosok daerah. “Ini langkah terobosan,” kata Nuh.

Adapun, menurut Nuh, keterbatasan tersebut yakni keterjangkauan lokasi yang kurang merata sehingga menyebabkan tingginya biaya kuliah dan akomodasi. Selain itu, kurangnya sumber daya pendidikan yang memadai dan berkualitas di berbagai Perguruan Tinggi.

Meskipun, pembelajaran melalui akses internet. Boediono mengatakan kualitas mutu pendidikan mesti diperhatikan. “Untuk mencerdaskan bangsa, tidak hanya akses saja, tapi mutunya juga.”

Baca Juga:  Belasan PNS Bangkalan Ditangkap Saat Belanja di Mal

Lantaran itu, Boediono mengatakan bila teknologi pembelajaran ini sukses diterapkan dipelosok daerah dalam media pembelajaran. Boediono yakin, sumber daya manusia yang ada dipelosok daerah akan memiliki kualitas mumpuni. “Kita harus jaga kualitas ini.”

Boediono juga meresmikan penggunaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang merupakan konsep pengelolaan data pendidikan bersifat relational dan longitudinal. Sehingga, program ini dapat mempermudah dalam penyusunan perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan.

 

loading...