JAKARTA, HARIANACEH.co.id — Ketua Umum PPP Suryadharma Ali (SDA) menceritakan konflik yang terjadi antara dirinya dengan Sekjen PPP Romahurmuziy (Rommy) dan Waketum Emron Pangkapi.

[-“pD7Gd20UWUKn8EtaWaaZXIC3drLzTsOM”]SDA mengaku waktu Rommy ingin mencoba menggulingkannya sebagai ketum partai sudah sejak dia belum ditetapkan sebagi tersangka korupsi di KPK.

“Waktu diberhentikan, saya belum jadi tersangka. Yang kedua, saya menjadi tersangka dan status tersangka ini dimanfaatkan mereka menggulingkan saya, ketua umum mau digulingkan dengan cara yang mudah dan murah,” cerita SDA di Jalan Talang, Menteng Jakarta, Rabu (15/10/2014).

SDA juga menyayangkan sikap kubu Romy yang ingin segera menggulingkannya sebagai ketum partai, dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan peraturan AD/ART partai.

Baca Juga:  Wantimpres Minta Masukan Soal Pelantikan Kapolri Saat Temui DPR RI

“Saya kan tidak juga punya hasrat begitu lama lagi memimpin partai, sudah selesai. Saya tahu kondisi saya seperti ini. Saya sadar betul posisi saya seperti apa,” ujar SDA.

“Saya juga mau menyerahkan jabatan saya kepada forum muktamar, cuma itu. Mereka lebih senang konflik. Banyak yang ngga suka dengan PPP karena ribut terus, koq partai Islam seperti ini,” tambahnya.

PPP kubu Romi dan Emron dijadwalkan akan menggelar Muktamar VIII PPP di Surabaya hari ini untuk melengserkan SDA.

Muktamar yang digelar di Gedung Empire Palace, Surabaya, itu direcanakan akan diikuti oleh 1.153 peserta. Mereka berasal dari utusan dan peninjau dari DPP, 33 Dewan Perwakilan Wilayah (DPW), dan 511 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP seluruh Indonesia.

Baca Juga:  Pemecatan Fahri Hamzah Belum Bisa Ditindaklanjuti DPR

 

loading...